Terowongan Nur Mentaya Masuk Rekor Muri, Sebanyak Ini Ornamen Etniknya

rekor muri terowongan nur mentaya
PENGHARGAAN: Bupati Kotim Halikinnor menerima piagam penghargaan dari Muri yang diserahkan oleh Direktur Operasional Muri Yusuf Ngaderi atas dibangunnya PJU Terowongan Nur Mentaya dengan tiang lampu jalan menggunakan hiasan ornamen etnik lampu terbanyak, Sabtu (7/1). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Penerangan jalan umum (PJU) Terowongan Nur Mentaya di Jalan Tjilik Riwut Sampit masuk catatan Museum Rekor Indonesia (Muri). Ikon baru Kota Sampit ini memilik ornamen  etnik terbanyak, yakni 6.880 ornamen.

Atas catatan tersebut Bupati Kotim Halikinnor mendapatkan piagam penghargaan yang diserahkan oleh Direktur Operasional Muri Yusuf Ngaderi di sela-sela acara Pesta Rakyat Hasupa Hasundau di kawasan Terowongan Nur Mentaya, Sabtu (7/1) malam.

Bacaan Lainnya

PJU Terowongan Nur Mentaya tercatat dalam rekor Muri dengan kategori tiang lampu jalan dengan hiasan ornamen etnik terbanyak, yakni berjumlah 6.880 ornamen etnik.

Penghargaan tersebut seolah menjadi kado istimewa bagi Kotim, sebab penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan hari jadi Kotim yang ke-70.

Direktur Operasional Muri Yusuf Ngaderi mengatakan, pihaknya memberi penghargaan terhadap sesuatu yang penilaiannya berdasarkan superlatif atau valid.

“Di samping superlatifnya lampu penerangan jalan dengan hiasan ornamen etnik terbanyak tidak kurang dari 6.880 ditambah lagi ada ornamen jelawat, itu adalah superlatif tentu unik termasuk bentuknya,” kata Yusuf.

Baca Juga :  Kebakaran Meluas, Petugas Kewalahan

Dirinya menilai, pemerintah daerah tidak salah jika menamai PJU tersebut dengan Terowongan Nur Mentaya Mentaya. Saat lampu penerangan jalan itu dinyalakan seakan-akan melewati terowongan cahaya.

“Kami takjub dengan penerangan jalan ini. Penanaman itu memang sesuatu yang sangat pas,” tambahnya.

Disampaikannya bahwa kategori serupa pernah ada di Indonesia, namun  dengan ornamen yang lain, seperti batik dan lainnya. Serta penerapannya pada fasilitas lain seperti jalan dan jembatan.

“Tapi Terowongan Nur Mentaya ini lebih etnik dalam bentuk khas Kalimantan Tengah. Tiangnya juga memiliki desain yang tidak biasa, bak terowongan cahaya,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor dibuat terkejut dan tidak menyangka dengan penghargaan dari MURI untuk Kotim. Apalagi penghargaan itu diserahkan bertepatan dengan hari jadi Kotim.

“Ini merupakan kejutan bagi hari jadi ke-70 Kotim. Terutama bagi masyarakat. Ini di luar ekspektasi, saya sama sekali tidak mengira kalau malam ini kita mendapatkan rekor Muri dengan kategori lampu unik dan terbanyak,” kata Halikinnor.

Pos terkait