Tingginya Angka Kematian Bukan hanya Disebabkan Covid-19, tapi juga gara-gara Ini

covid-19
PEMAKAMAN: Pemakaman pasien penyintas Covid-19 dilakukan dengan protokol kesehatan di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, terus bertambahnya pasien positif Covid-19 berdampak terhadap keterisian ruang isolasi perawatan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit. Di antaranya, RSUD Doris Sylvanus yang sudah mencapai 100 persen keterisian dan RSUD Murung Raya mendekati 100 persen.

”Banyak orang yang masuk rumah sakit, lalu terjadi penumpukan pasien hingga tidak sebanding dengan rasio tenaga kesehatan. Hal ini tentunya juga berdampak terhadap angka kematian,” katanya.

Bacaan Lainnya

Kondisi keterisian ruang perawatan tersebut berdampak terhadap tenaga kesehatan yang sudah mulai kewalahan dan kelelahan. Tidak sebandingnya rasio pasien dengan tenaga kesehatan juga membuat sistem pelayanan tidak maksimal.

Secara aturan, pelayanan maksimal yakni, satu pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) semestinya dijaga empat perawat. Tetapi, dalam situasi sekarang, empat pasien bisa dijaga satu perawat.

”Salah satu sebab tingginya angka kematian akhir-akhir ini tidak semata oleh Covid-nya, tapi juga karena memang tidak bisa lagi diberi pelayanan maksimal. Tenaga kesehatan, peralatan dan lainnya sudah tidak seimbang lagi,” ucapnya.

Kendati saat ini sejumlah rumah sakit membuat skema perluasan ruang isolasi, namun, Suyuti menegaskan, hal tersebut bukan solusi menyelesaikan masalah lonjakan kasus Covid-19.

Pasalnya, peluasan ruang perawatan tersebut juga harus dibarengi penambahan peralatan medis dan tenaga kesehatan untuk pelayanan. Jika kedua hal tersebut tidak bisa disiapkan, penambahan ruang perawatan tidak akan berjalan maksimal.

”Okelah kalau untuk alat kesehatannya bisa dibeli dalam waktu segera. Tapi, yang menjadi masalah tenaga kesehatannya, karena untuk menciptakan dokter dan perawat perlu bertahun-tahun,” ucapnya.

Skema penambahan tenaga kesehatan dengan merekrut relawan juga perlu menjadi perhatian. Pasalnya, dengan lonjakan kasus yang signifikan, seberapa banyak pun relawan yang direkrut, tetap tidak akan ideal untuk kebutuhan penanganan pasien Covid-19.

”Kalau terus bertambah orang yang masuk rumah sakit, pastinya ruang perawatan dan relawan juga harus bertambah. Seberapa mampu bisa melakukan hal tersebut terus menerus?” ucapnya.

Suyuti menegaskan, salah satu solusi mengatasi hal tersebut hanyalah menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Kewajiban menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan bukan sesuatu yang berat untuk dilaksanakan, sehinga tidak ada alasan untuk melonggarkan protokol kesehatan.

”Memang sekarang vaksinasi sudah berjalan, tapi itu belum sampai 70 persen. Sehingga untuk saat ini protokol kesehatanlah yang menjadi satu-satunya cara mengatasi penularan,” katanya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kalteng, jumlah penambahan pasien positif dari sebagian besar wilayah Kalteng pada Kamis (15/7), tercatat sebanyak 258 orang dengan43 orang dalam perawatan. Kemudian, sebanyak 201 pasien dinyatakan sembuh. Angka kematian bertambah dengan 14 orang meninggal dunia.

Total kasus positif Covid-19 di Kalteng tercatat sebanyak 29.390 kasus. Rinciannya, 2.952 dalam perawatan, 25.613 sembuh, dan 825 orang meninggal. (daq/ign)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *