Tingginya Angka Kematian Bukan hanya Disebabkan Covid-19, tapi juga gara-gara Ini

covid-19
PEMAKAMAN: Pemakaman pasien penyintas Covid-19 dilakukan dengan protokol kesehatan di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, terus bertambahnya pasien positif Covid-19 berdampak terhadap keterisian ruang isolasi perawatan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit. Di antaranya, RSUD Doris Sylvanus yang sudah mencapai 100 persen keterisian dan RSUD Murung Raya mendekati 100 persen.

”Banyak orang yang masuk rumah sakit, lalu terjadi penumpukan pasien hingga tidak sebanding dengan rasio tenaga kesehatan. Hal ini tentunya juga berdampak terhadap angka kematian,” katanya.

Bacaan Lainnya

Kondisi keterisian ruang perawatan tersebut berdampak terhadap tenaga kesehatan yang sudah mulai kewalahan dan kelelahan. Tidak sebandingnya rasio pasien dengan tenaga kesehatan juga membuat sistem pelayanan tidak maksimal.

Secara aturan, pelayanan maksimal yakni, satu pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) semestinya dijaga empat perawat. Tetapi, dalam situasi sekarang, empat pasien bisa dijaga satu perawat.

Baca Juga :  DUH!!! 85 Persen Pasien Covid-19 Ternyata Usia Produktif, Ada Sebabnya

”Salah satu sebab tingginya angka kematian akhir-akhir ini tidak semata oleh Covid-nya, tapi juga karena memang tidak bisa lagi diberi pelayanan maksimal. Tenaga kesehatan, peralatan dan lainnya sudah tidak seimbang lagi,” ucapnya.

Kendati saat ini sejumlah rumah sakit membuat skema perluasan ruang isolasi, namun, Suyuti menegaskan, hal tersebut bukan solusi menyelesaikan masalah lonjakan kasus Covid-19.

Pasalnya, peluasan ruang perawatan tersebut juga harus dibarengi penambahan peralatan medis dan tenaga kesehatan untuk pelayanan. Jika kedua hal tersebut tidak bisa disiapkan, penambahan ruang perawatan tidak akan berjalan maksimal.

”Okelah kalau untuk alat kesehatannya bisa dibeli dalam waktu segera. Tapi, yang menjadi masalah tenaga kesehatannya, karena untuk menciptakan dokter dan perawat perlu bertahun-tahun,” ucapnya.

Skema penambahan tenaga kesehatan dengan merekrut relawan juga perlu menjadi perhatian. Pasalnya, dengan lonjakan kasus yang signifikan, seberapa banyak pun relawan yang direkrut, tetap tidak akan ideal untuk kebutuhan penanganan pasien Covid-19.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *