Tokoh Penggerak Pertanian Desa Pasir Panjang Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Daerah

tokoh pertanian kobar
Tokoh Penggerak Pertanian: Musa Saiful Islam

PANGKALAN BUN, RadarSampit.com – Di tengah kehidupan bermasyarakat tentu banyak persoalan kehidupan yang dihadapi. Namun demikian berbagai persoalan tersebut diharapkan tidak menodai ketentrataman dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal itu disampaikan tokoh muda pengerak pertanian Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar, Musa Saiful Islam.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga agar Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) selalu terhindar dari konflik sosial. Karena betapa pentingnya menjaga kondusifitas dan keamanan daerah karena hal itu menjadi dasar utama dalam membangun suatu daerah.

“Jika daerahnya damai tentram maka pembangunan disegala lini akan mudah dan tidak terganggu. Selain itu aktivitas ekonomi masyarakat aktifitas pemerintahan juga berjalan dengan baik,” tuturnya.

Ia menyadari Kabupaten Kobar ini terdapat berbagai macam etnis, budaya, kelompok maupun golongan. Namun ia meyakini satu sama lain sampai saat ini masih terus bisa saling menghargai dan menghormati.

Maka ia mengajak agar tak bosan-bosannya semua elemen masyarakat terus membangun sinergi dan menjaga stabilitas keamanan daerah. Ia juga menyerukan agar terus mendukung aparat keamanan dalam menjaga dan  menciptakan suasana damai rukun serta sejahtera.

Baca Juga :  BPJAMSOSTEK Sosialisasikan Penanganan Kecelakaan Kerja Khusus Mata

“Mari kita masing-masing menjadi pelopor dalam menciptakan suasana damai di wilayahnya. Ketika ada persoalan-persoalan yang berpotensi mengganggu Kamtibmas harapannya bisa dipecahkan dengan musyawarah atau bisa melalui aparat penegak hukum sehingga tidak menimbulkan kekacauan yang lebih besar,” harapnya.

Dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, sosok yang menjunjung tinggi kebinekaan ini meyakini selama ini Kobar khususnya telah tertata dengan baik.

Masyarakatnya lebih mengedepankan etika dan tatakrama sehingga sampai saat ini, Kobar masyarakatnya masih rukun, damai meskipun beragam latar belakangnya.

“Tidak ada salahnya kita terus saling mengingatkan untuk menjaga daerah kita yang kita cintai ini, semoga Bumi Marunting Batu Aji selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT,” pintanya. (sam/sla)

Pos terkait