Tujuh Hektare Lahan Pesisir di Kobar Terbakar

kebakaran pesisir
KEBAKARAN LAHAN: Kondisi Karhutla di RT 09, Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, Minggu (28/5). (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) semakin masif dan hampir merata terjadi di wilayah yang selama ini menjadi langganan kebakaran.

Peristiwa karhutla tercatat sudah terjadi di Desa Kumpai Batu Bawah, Desa Tanjung Terantang, Dusun Tatas Kelurahan Baru, Desa Natai Baru, serta Desa Teluk Bogam. Lokasi kebakaran terbagi di dua wilayah, yaitu Kecamatan Kumai dan Arut Selatan. Bahkan, di satu lokasi terjadi beberapa kali kebakaran.

Bacaan Lainnya

Terakhir, tim terpadu karhutla menangani kebakaran di RT 09, Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kumai  yang menghanguskan lahan terbengkalai berupaya semak belukar dan perkebunan sawit masyarakat seluas 7 hektar, Minggu (28/5/2023) pukul 13.00 WIB.

Jarak tempuh cukup jauh dan memakan waktu dua jam dari Mako BPBD menuju lokasi kejadian menjadi salah satu kendala yang dihadapi tim pemadam.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Martogi Sialagan mengatakan, bahwa penyebab kebakaran lahan hingga saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian.

Baca Juga :  Pelantikan Batamad Kotim Nyaris Dibubarkan Paksa, tapi Akhirnya Begini

”Jarak tempuh jauh menuju lokasi, dan dari jalan raya masuk ke lokasi sekitar 5 kilometer,” terangnya.

Lanjut dia, dalam penanganan yang dilakukan tim terpadu menghadapi kendala minimnya sumber air yang tersedia, satu-satunya sumber air berasal dari galian parit di kebun.

Sementara itu, jarak antara titik kebakaran dengan sumber air sekitar 300 meter, terlebih air yang tersedia sangat sedikit, demikian pula dengan water suplai tidak bisa mendukung sepenuhnya kebutuhan air untuk pemadaman.

”Vegetasi yang terbakar berupa lahan kebun yang tidak terawat dan ditumbuhi ilalang serta tanaman kelapa sawit, kebakaran di atas tanah mineral dan sebagian gambut tipis,” bebernya.

Berdasarkan informasi, lahan yang terbakar merupakan milik Untama yang diurus oleh Didik yang berdomisili di Pangkalan Bun, dan Dinang yang juga berdomisili di Pangkalan Bun.

”Tim baru berhasil mengendalikan api pada pukul 21.40 WIB dengan dibantu unsur dari MPA Desa Bakau, dan Manggala Agni serta TNI dan Polri,” ujarnya. (tyo/sla)



Pos terkait