Upah Minimum Kabupaten Lamandau Naik Tipis

Upah Minimum Kabupaten Lamandau Naik Tipis
RAPAT PENGUPAHAN: Rapat Dewan Pengupahan dan Disnakertrans Lamandau membahas UMK pada 19 November lalu. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

NANGA BULIK – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lamandau tahun 2022 akhirnya mengalami kenaikan setelah tahun ini tidak terjadi pergerakan sama sekali. Sesuai SK Gubernur Kalteng  Nomor 188.44/445/2021 Upah Minimum Kabupaten Lamandau tahun 2022 sebesar Rp 3.161.076 dengan kenaikan sekitar Rp 30 ribuan dari UMK tahun 2021.

“SK Gubernur Kalteng tentang UMK Kabupaten Kota di Kalteng sudah keluar, besaran UMK tahun 2022 tersebut sama persis dengan usulan dari Pemerintah Kabupaten Lamandau. Sesuai yang telah dibahas dan disepakati dalam rapat pembahasan bersama dewan pengupahan,” ungkap Kepala Dinas Nakertrans Lamandau melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial, Jonson Pasaribu, Rabu (1/12).

Menurutnya kenaikan UMK ini memang hanya sekitar 0,978 persen. Namun itu patut disyukuri karena UMK tahun 2021 tidak ada kenaikan sama sekali dari tahun 2020, yakni sebesar Rp 3.130.152.  Penyebabnya adalah pandemi Covid-19 yang memukul seluruh aspek perekonomian. Padahal di tahun 2020 lalu kenaikan UMK mencapai 8,51 persen dibanding tahun 2019.

Penentuan upah ini menurutnya tidak bisa dilakukan semaunya sendiri. Dasarnya adalah UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan aturan pelaksanaannya di  PP Nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan dengan formula yang telah ditentukan.

Baca Juga :  Jembatan Sungai Taki Di Lamandau Ambles Lagi

“UMK ini berlaku mulai 1 Januari 2022. Nantinya akan disosialisasikan dan kami teruskan SK Gubernur Kalteng ini kepada perusahaan dan masyarakat. Diharapkan dalam penetapan upah ini tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” harapnya.

Pos terkait