Sukamara Butuh Pabrik Es Batu  

Untuk Mendukung Budidaya Udang Vaname

Sukamara Butuh Pabrik Es Batu  
BUDIDAYA UDANG: Ketua Kelompok Budidaya Ikan Mina Barokah Pantai Lunci, Teguh Irfanto saat berada di tambak udang yang mereka kelola. (FAUZIANUR/RADAR SAMPIT)

SUKAMARA – Belum adanya pabrik es batu skala besar di wilayah Pantai Lunci menjadi salah satu kendala pembudidayaan udang vaname. Pasalnya batu es digunakan untuk pendingin jika ditemukan udang mati jumlah banyak sebelum masa panen.

“Jika ingin membeli batu es yang selalu siap  sedia denga jumlah banyak terpaksa membeli ke Kumai. Padahal batu es sangat penting sebagai pendingin saat kematian mendadak dalam jumlah besar, sehingga tetap segar ketika dijual,” terang Ketua Kelompok Budidaya Ikan Mina Barokah Pantai Lunci, Teguh Irfanto.

Menurutnya pembuatan batu es sebenarnya ada di Jelai, namun harus dipesan dahulu jika membeli banyak. Tak bisa menunggu batu es jadi dahulu, sebab udang harus segera disimpan dalam pendingin. Jika kondisi itu terjadi maka mereka terpaksa membeli batu es ke Kumai.

Sekadar diketahui Pokdakan Mina Barokah dipercayakan mengelola tambak budidaya udang vaname pilot project kluster di Sukamara. Awal produksi diawasi dan dibimbing langsung oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Tanggal 24 Mei 2021 lalu, 18 kolam produksi berhasil panen sebanyak 30,5 ton dari target 30 ton.

Baca Juga :  Satlantas Lamandau Angkut Motor Berknalpot Brong

“Seluas 3 hektare lahan digunakan untuk 18 kolam produksi. Ukuran satu kolam sekitar 20 meter x 50 meter. Satu kolam memerlukan 4 kincir air. Untuk mendistribusikan air diperlukan 5 pompa celup ukuran 8 inc,” sebut Teguh Irfanto.(fzr/sla)

Pos terkait