Vakum Dua Tahun, Pemkab Kotim Berharap Tahun Ini Raih Adipura

ilustrasi adipura
Ilustrasi. (net)

SAMPIT, radarsampit.com – Penghargaan adipura akan kembali digelar tahun ini. Tim dari Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) telah melakukan penilaian di Kota Sampit pada Tim Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) pada November 2022 lalu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berharap Sampit bisa kembali meraih penghargaan tersebut.

Penilaian adipura dilaksanakan di 21 titik, di antaranya perwakilan perkantoran, perwakilan sekolah, perwakilan perumahan di Kompleks Pepabri dan KPR Jalan HM Arsyad, perwakilan Bank Sampah di sekolah dan Perum Pepabri.

Bacaan Lainnya

Adapula penilaian sarana umum seperti Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Pelabuhan Sampit, Bandara Haji Asan Sampit, dan Terminal Patih Rumbih. Kemudian, sarana kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit dan Puskesmas Ketapang I, serta kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kota Sampit dan Hutan Kota Inhutani.

Kemudian, areal penghijauan di Jalan Jenderal Ahmad Yani, HM Arsyad, Pramuka, dan Siswondo Parman. Termasuk penilaian di Sungai Mentaya dan anak sungai di Jalan Pramuka dan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Jalan Jenderal Sudirman km Sampit 14.

Baca Juga :  Peringati Hari Pahlawan, Polantas Gelar Lomba Melukis

”Selama dua tahun pandemi Covid-19 tahun 2020 dan 2021, Pemkab Kotim tidak dilakukan penilaian adipura. November tahun 2022, Tim Adipura mendadak datang melakukan penilaian. Ada satu orang dari KLHK, 1 orang dari Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah II Samarinda, 2 orang dari DLH Provinsi Kalteng, dan 36 pegawai DLH Kotim,” kata Joni Parwoto, Sekretaris DLH Kotim, Senin (13/2).

Joni menjelaskan, penilaian adipura tahun ini ada sedikit perbedaan. Dalam penilaiannya tidak lagi dilakukan sebanyak dua tahap yang biasa disebut penilaian tahap I (P1) dan penilaian tahap II (P2).

”Biasanya, dalam penilaian adipura tiap tahunnya ada P1 dan P2. Di tahun 2022, penilaian adipura tidak lagi menerapkan P1 dan P2, penilaian dilakukan secara mendadak, tidak ada koordinasi tanggal berapa tim akan datang melakukan penilaian. Tahu-tahu mereka datang melakukan penilaian,” ujarnya.



Pos terkait