Wakil Bupati Kotim Tegaskan Siapa Pun Bisa Masuk Rumah Singgah

rumah singgah
JENGUK: Wakil Bupati Kotim Irawati saat menjenguk korban kecelakaan di RSUD dr Murjani Sampit, Sabtu (1/6/2024). (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.com – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati mengatakan, siapa pun  yang membutuhkan, apalagi kondisi tidak memiliki biaya dan terlantar, bisa bermalam di Rumah Singgah Dinas Sosial Kotim.

”Siapa pun bisa masuk ke situ kalau kondisinya dan sakit harus dirawat. Kalau misalkan siapa pun yang ingin tidak ada biaya, biar pun bukan warga Kotim, silakan kalau mau istirahat di rumah singgah yang sudah disediakan Pemkab Kotim,” ujar Irawati.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikannya saat menjenguk korban kecelakaan di RSUD dr Murjani Sampit. Saat itu ada warga terlantar yang sedang sakit dan memerlukan bantuan.

”Ada pasien namanya Farhan, diantar orang ke rumah sakit. Dia di diagnosa ada pendarahan di otak. Saya minta dinas terkait untuk mencari tahu. Kalau memang bisa diajak komunikasi, kita cari KTP-nya, karena saya lihat dia orang luar Kotim. Kalau memang dia orang Kotim bisa diketahui dari NIK-nya. Kalau dia KTP Jawa, kami akan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi untuk mencari alamat mana yang dituju,” katanya.

Baca Juga :  DUH!!! Pemkab Kotim Gagal Hentikan Bisnis Haram Eks Lokalisasi Pal 12 Sampit

Menurutnya, hadirnya Rumah Singgah Dinas Sosial Kotim untuk mencari solusi bagi warga terlantar yang membutuhkan. Bukan berarti warga terlantar tersebut bisa seterusnya ada di rumah singgah tersebut.

”Tentu ada batasan waktunya tinggal di rumah singgah, karena kita akan menyelesaikan masalah. Mereka ke rumah singgah itu masalahnya apa. Misalkan dia dari luar mau pulang, kami pulangkan ke tempat asalnya,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, warga terlantar di Kotim sering disebabkan akibat dijanjikan pekerjaan. Namun, setelah tiba di Kotim, pekerjaan tersebut tidak ada.

”Jadi, yang terlantar karena memang mereka dari luar. Sampai sini pekerjaan yang dijanjikan tidak ada, mereka minta pulang. Ada juga yang karena kekerasan rumah tangga, terus kami tanya maunya apa, ternyata juga minta pulang. Kami pulangkan,” katanya. (yn/ign)



Pos terkait