Warga Raja Seberang Lega, Jembatan Ulin akan Dicor Beton

jembatan ulin
JEMBATAN ULIN: Permukiman warga di perbatasan RT 02 dan RT 03, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (3/9/2023). (SULISTYO/RADAR SAMPIT)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Warga  RT 02 dan RT 03, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), merasa lega. Sebab, jembatan dengan konstruksi kayu ulin yang mengalami kerusakan bakal diganti dengan  cor beton.

Sejatinya warga sudah menunggu lama agar pemerintah daerah memperhatikan akses jalan di kelurahan yang berada di bantaran Sungai Arut tersebut.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga RT 02, Kelurahan Raja Seberang, Robbi mengapresiasi kebijakan pemerintah daerah yang tanggap dengan keluhan masyarakat terhadap akses jalan di bantaran sungai.

“Kita sudah merindukan sejak lama akses jalan ini bisa dicor beton, suaranya berisik ketika dilewati kendaraan bermotor, istirahat terganggu terlebih banyak lansia yang sering terkejut kalau ada kendaraan yang melintas dengan cepat,” ujarnya.

Bila tidak memungkinkan sekaligus, peningkatan jalan tersebut dapat dilakukan secara bertahap hingga selesai sampai di Jalan Ahmad Shaleh. Karena titik terparah kerusakan justru berada di arah jalan raya.

Baca Juga :  Jambret Babak Belur Diamuk Warga 

Melalui dana pokir dewan, beberapa ruas jalan dalam permukiman sudah dilapisi dengan cor beton, namun jalan yang merupakan akses utama masyarakat masih belum tersentuh.

“Harusnya yang menjadi prioritas di jalan ini, karena ini akses utama dan jalan di pusat permukiman kelurahan Raja Seberang, disini permukiman terpadat,” ungkapnya.

Lurah Raja Seberang Yaumil Bahsing mengatakan, di anggaran perubahan ada kucuran anggaran untuk pengecoran jalan sepanjang 75 meter di RT 03. Namun mengingat jalan di perbatasan RT 02 dan 03 lebih mendesak, maka akan dikerjakan terlebih dahulu.

“Nanti dari simpang 4 menuju jalan Ahmad Shaleh, tepatnya di simpang Puskesmas Pembantu akan dikerjakan terlebih dahulu,” bebernya.

Untuk penanganan sementara, akan diupayakan tambal sulam, setidaknya dibutuhkan papan sebanyak 30 keping dengan panjang 2 meter. Pengerjaan akan dilakukan secara gotong royong dalam waktu dekat ini.

“Sementara kita gotong royong, masih mengupayakan untuk mencari anggaran guna pembelian papan sebanyak 30 keping,” pungkasnya. (tyo/yit)



Pos terkait