Warga Tanjung Terantang Nyaris Tewas Disambar Buaya

buaya
Ilustrasi dan kronologi korban terkaman buaya

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Warga Desa Tanjung Terantang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Dani (52), nyaris tewas disantap buaya muara di Sungai Arut, Selasa (30/4/2024) dini hari. Dia diterkam saat beraktivitas di sungai tersebut.

Dani diseret buaya saat mengambil air wudhu di Sungai Terantang, Daerah Aliran Sungai (DAS) Arut. Dia selamat setelah sempat bergumul dengan predator ganas yang mencengkeram lengan menggunakan gigi tajamnya.

Bacaan Lainnya

Korban mengalami luka robek pada bagian tangan kanan akibat gigitan buaya. Dia kini mendapat perawatan intensif untuk mengobati lukanya.

Mahmuda Riki, kerabat korban mengungkapkan, insiden itu bermula saat Dani berniat salat subuh. Dia bergegas turun ke jamban yang berada di bibir sungai untuk mengambil air wudhu. Sebelum berwudhu, dia sempat memperhatikan situasi di sekitar sungai.

”Sudah disuluh-suluh (senter, Red) di sebelah (jamban). Setelah merasa aman, baru dia berwudhu. Saat membasuh muka, kondisi masih aman. Namun, saat menjulurkan tangan kanannya ke air, tiba-tiba ditarik buaya hingga tercebur ke sungai,” katanya.

Baca Juga :  Dua Orang Ini Gugat Areal Usaha Bos Ayam di Sampit

Di tengah kondisi panik dan berusaha melepaskan tangannya dari mulut buaya, Dani berinisiatif mencolok mata buaya. Tusukan itu berhasil memaksa predator itu melepaskan lengannya. Sembari naik ke daratan, Dani berteriak minta tolong ke warga sekitar. Mendengar hal itu, istrinya bergegas menghampiri.

Melalui kejadian itu, dia meminta masyarakat waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Khawatir buaya masih mengintai di sekitar lokasi kejadian.

Kepala SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng Dendi Setiadi mengatakan, akibat peristiwa tersebut, korban mendapat 25 jahitan bagian atas dan 15 jahitan di bawah lengannya.

Dia melanjutkan, untuk mengevakuasi buaya tersebut, tim rescue memasang pancing sebanyak empat buah dengan umpan daging ayam dan usus. Umpan dipasang di titik buaya sering muncul.

”Kami juga berikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sekitar agar mengurangi aktivitas di pinggir sungai, terutama pada malam sampai subuh,” katanya. (tyo/ign)



Pos terkait