Waspada!!! Karhutla Mulai Muncul di Pesisir Sukamara

10. open utama
PANAS: Petugas saat melakukan pemadaman karhutla di wilayah pesisir pantai Sukamara belum lama tadi. (Istimewa)

SUKAMARA, radarsampit.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai muncul di wilayah Sukamara. Hingga Mei 2023 tercatat hampir 20 karhutla yang muncul. Lantaran itulah masyarakat diimbau perlu berhati-hati dan turut serta dalam menjaga agar tidak terjadi karhutla di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukamara Agus Mulyanto menyatakan,  karhutla sudah mulai muncul, terutama di wilayah pesisir pantai Sukamara. Kondisi lahan rumput mudah terjadi kebakaran dan diduga kebakaran disebabkan kelalaian manusia, semisal membuang putung rokok sembarangan.

Bacaan Lainnya
Gowes

“Jika sumber api dari alam tidak mungkin karena di sana dipenuhi rerumputan dan kebanyakan kebakaran terjadi tak jauh dari tepi jalan,” ujarnya.

Lantaran itulah pihaknya mengingatkan masyarakat agar turut bersama-sama menjaga agar jangan sampai terjadi karhutla, apalagi wilayah pesisir sangat mudah api meluas karena dipenuhi padang rumput. Pihaknya juga berharap peran dari masyarakat peduli api setempat sebagai tindakan awal sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.

Baca Juga :  Pemkab Sukamara Izinkan Sekolah Terdampak Banjir Laksanakan Belajar Daring

“Dalam pemadaman api di lapangan kami juga dibantu oleh anggota TNI, Polri, Manggala Agni dan KPHP Lamandau-Sukamara,” imbuh Agus Mulyanto.

Sebelumnya, upaya meningkatkan keterampilan Tim Reaksi Cepat  (TRC) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukamara dalam penanganan karhutla, maka sejumlah petugas dikirim ke Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS)  Kementerian Sosial Wilayah IV Kalimantan Banjarmasin di Banjarbaru. Para petugas TRC ini mengikuti bimbingan dan pelatihan selama lima hari.

“Banyak ilmu pengetahuan yang didapat dan diambil oleh peserta dari bimbingan dan pelatihan itu. Nantinya bisa diterapkan di lapangan terutama dalam pencegahan karhutla,” tandas Agus Mulyanto.(fzr/gus)

 

 



Pos terkait