Wisatawan Tanjung Penghujan Perlu Pengawasan 

wisata pantai
CAMPING: Jejeran tenda di tepi Pantai Tanjung Penghujan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (13/1/2024) malam. (SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Aktivitas pengunjung Pantai Tanjung Penghujan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, perlu pengawasan masyarakat dan aparatur desa setempat. Destinasi yang terkenal dengan keindahan pantai pasir putihnya dan pemandangan Matahari terbit dan terbenam tersebut dipenuhi pengunjung saat malam hari. Mereka mendirikan tenda di tepi pantai.

Tidak adanya pengawasan di sepanjang Pantai Tanjung Penghujan dimanfaatkan oleh sebagian pengunjung melakukan perbuatan  negatif dengan minum-minuman keras. Tidak terbatas pengunjung pria, tetapi juga banyak perempuan yang bermalam dengan rombongannya ikut minum dan mabuk di tepi pantai.

Bacaan Lainnya

Bahkan di lokasi terdapat banyak botol-botol minuman keras berbagai merk, dari Anggur Merah, Kawa-Kawa hingga bungkus plastik arak putih yang berserakan.

“Bukan menjadi rahasia umum, terlebih malam Minggu atau saat liburan hari besar, tempat ini penuh pengunjung yang camping. Di antara mereka banyak yang minum minuman keras, ada perempuan juga yang mabuk,” kata salah seorang pengunjung pantai, Rayhan, Minggu (14/1/2024).

Baca Juga :  Perumdam Tirta Arut Raih Bintang Empat Top BUMD Awards

Ia mengaku bersama teman-temannya bermalam di pantai, dan saat malam hari banyak pengunjung yang datang dan bermalam sambil mabuk-mabukan. “Memang mereka tidak mengganggu yang lain, tetapi kalau dibiarkan juga tidak baik untuk perkembangan objek wisata,” keluhnya.

Selain itu, pengunjung dinilai kurang menyadari pentingnya menjaga lingkungan, karena sampah bekas makanan dan minuman dibiarkan berserakan di tepi pantai.

Pengunjung lainnya, Dedi, mengaku tidak begitu memperdulikan kegiatan para muda-mudi yang camping di tepi pantai, selama tidak mengganggu pengunjung yang lain. “Sampah tetap harus diperhatikan, jangan seenaknya sendiri, terlebih area pantai tersebut merupakan milik perorangan,” pungkasnya. (tyo/yit)

 



Pos terkait