AKHIRNYA!!! Pelaku Pembakaran Mes dan Penganiayaan Karyawan Ditangkapi

pembakaran
DISIDANGKAN: Pembakaran sejumlah mes karyawan kebun Desa Suja dan Bakonsu, Selasa (3/8) lalu. Kasus ini telah masuk agenda persidangan. (IST/RADAR SAMPIT)

NANGA BULIK Kepolisian Resort (Polres) Lamandau terus melakukan pengembangan penyelidikan dan penyidikan atas peristiwa dugaan pembakaran, pengeroyokan, dan penjarahan buah sawit oleh kelompok tani HTR Bukit Raya, di areal Kebun Desa Suja, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau beberapa waktu lalu.

Bahkan, hingga saat ini Polres Lamandau sudah menangkap sebanyak 8 orang sebagai tersangka atas kasus tersebut. Hal itu disampaikan Kapolres Lamandau, AKBP Arif Budi Purnomo, Jumat (13/8) kemarin.

Bacaan Lainnya

“Saat ini kita sudah menetapkan 8 orang sebagai tersangka dan kepada mereka dilakukan penahanan di rutan Polres Lamandau, ” ungkapnya.

Dirinya juga menegaskan,  pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus. Sehingga  identitas tersangkanya belum bisa dipublikasikan, karena menyangkut kepentingan pengembangan proses penyidikan.

Dalam penegakkan hukum pihaknya berupaya untuk bertindak secara profesional tanpa pandang bulu.

“Kita tentu ingin memprosesnya dengan cepat, namun kita juga berupaya hati-hati dan  profesional. Semua yang terlibat dalam tindak pidana ini akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” papar Arif.

Baca Juga :  Ini Pertimbangan Megawati Tunjuk Halikinnor Pimpin PDIP Kotim

Diketahui, peristiwa dugaan pembakaran kamp terjadi pada Selasa 3 Agustus 2021 sekitar pukul 11.30 WIB. Lokasi peristiwanya berada di areal perkebunan Desa Suja, Kecamatan Lamandau.

Kamp yang diduga dibakar merupakan bangunan yang selama ini ditempati karyawan koperasi Sekobat Jaya Mandiri yang bekerja mengelola Kebun Desa Suja dan Kebun Desa Bakonsu.

Selain pembakaran juga terjadi penganiayaan terhadap salah satu karyawan kebun tersebut , hingga penjarahan buah sawit di area kebun tersebut . Peristiwa anarkis ini diduga lantaran persoalan sengketa lahan, yakni kebun yang sebelumnya diserahkan oleh PT Pilar kepada tiga desa (Tamiang, Suja dan Bakonsu) berdasarkan hasil perdamaian di PN Nanga Bulik , diklaim berada di dalam izin HTR kelompok Tani Bukit Raya. (mex/gus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *