Selain aksi berbagi di Jakarta, rangkaian Natal Nasional 2025 juga diisi dengan kegiatan reflektif melalui Seminar Natal Nasional yang digelar di sembilan kota. Kota-kota tersebut meliputi Bandung, Manado, Medan, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Merauke, Toraja, dan ditutup di Jakarta.
Seminar mengangkat tema keluarga dari beragam perspektif, mulai dari iman, psikologi, pendidikan, hingga dinamika sosial yang dihadapi keluarga Indonesia saat ini.
Forum-forum diskusi ini menghadirkan pembicara lintas bidang dan latar belakang. Isu krisis keluarga, menurut Maruarar, bukan persoalan yang berdiri sendiri di satu wilayah atau generasi tertentu, melainkan tantangan bersama yang membutuhkan perhatian lintas sektor.
Di bidang pendidikan, PNN 2025 menyalurkan beasiswa senilai Rp10 miliar kepada 1.000 generasi muda yang tersebar di 10 wilayah. Program ini ditujukan untuk membantu keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Sementara itu, bantuan kebutuhan pokok juga menjadi salah satu fokus. Sebanyak 20.000 paket sembako disalurkan ke 10 wilayah, masing-masing 2.000 paket. Menariknya, program ini melibatkan dukungan komunitas Buddha, yang mencerminkan praktik kerja sama lintas iman dalam aksi kemanusiaan.
Di sektor kesehatan, panitia menyalurkan 35 unit ambulans ke sejumlah wilayah prioritas di luar Jakarta, serta lima unit ambulans tambahan untuk wilayah ibu kota. Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat layanan kegawatdaruratan, terutama di daerah dengan keterbatasan sarana transportasi medis.
Tak hanya itu, PNN 2025 juga mengalokasikan dana untuk renovasi 100 gereja di 38 provinsi. Program ini diarahkan untuk membantu rumah ibadah yang membutuhkan perbaikan agar dapat digunakan secara layak dan aman oleh jemaat.
Rangkaian kegiatan tersebut akan bermuara pada perayaan puncak Natal Nasional bertema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” yang dijadwalkan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 5 Januari 2026.
Sekitar 3.000 tamu undangan dari berbagai latar belakang direncanakan hadir, mulai dari anak sekolah minggu, guru dan koster gereja, anak yatim piatu, penyandang disabilitas, hingga paduan suara gereja Kristen dan Katolik dari berbagai daerah.







