Amukan Api Pukul Mundur Warga, Pikap Hangus

Pikap yang terbakar di Jalan Pasir Putih, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat
HANGUS: Pikap yang terbakar di Jalan Pasir Putih, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (3/6). (IST/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Warga yang melintas di Jalan Pasir Putih, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mendadak geger. Pasalnya, sebuah pikap tiba-tiba terbakar dan mengeluarkan kepulan asap hitam, Jumat (3/6) pukul 09.13 WIB.

Diduga kendaraan dengan nomor pelat KH 8505 GP itu terbakar akibat korsleting listrik. Meski sudah berupaya disiram air, mobil yang baru berusia hitungan bulan itu tidak terselamatkan. Bodi mobil hangus dan menghitam.

Bacaan Lainnya

Kobaran api yang disusul asap menghitam dan membumbung tinggi ke angkasa, membuat warga yang berupaya menolong, terpaksa mundur. Mereka takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Terlebih hawa panas yang keluar dari kobaran api menyurutkan nyali warga yang berusaha menolong.

Meski demikian, mobil itu sempat didorong keluar badan jalan, sehingga arus kendaraan dari dua arah baik dari Pangkalan Bun maupun arah Kumai yang sempat macet bisa terurai.

Baca Juga :  PARAH!!! Motor Pelangsir Terbakar di Sampit, Api Padam Motornya malah Disembunyikan

Kasatpol PP Damkar Kobar Majerum Purni mengatakan, pikap nahas tersebut milik Arbain (40), warga Pasir Putih. ”Sebelum terbakar, ada tiga orang di dalam mobil, dan yang mengemudikan adalah Anang (40), warga RT 9, Desa Kubu,” ujarnya.

Dia menuturkan, saat itu mobil melaju dari arah Kumai. Namun, sebelum bundaran Bahari Kumai, mereka mencium bau hangus terbakar dari bawah jok mobil bagian mesin.

Ketika itu, mereka refleks melihat spion dan terlihat asap yang keluar dari bawah bak mobil yang dikendarai. Sontak mereka langsung menepi dan turun dari pikap untuk mengecek.

”Setelah dicek, ternyata api sudah membesar dan asap sudah mulai mengepul,” bebernya.

Tanpa dikomando, ketiganya segera mencari air dan berusaha menyiramkan ke titik api. Bukannya padam, api malah membesar dan semakin tidak terkendali.

Pos terkait