Aroma Monopoli Koalisi Makin Menguat, Di Kotim dan Seruyan Petahana Gencar Buru Partai

halikinnor daftar pkb
MENDAFTAR: Halikinnor menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon bupati kepada Ketua DPC PKB Kotim Sohibul Hidayat, Jumat (17/5/2024). (Istimewa/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.com – Panggung pemilihan kepala daerah di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan memperlihatkan adanya upaya petahana melakukan monopoli terhadap koalisi partai. Incumbent gencar berburu dukungan dengan menyebar pendaftaran ke partai politik yang membuka penjaringan.

Di Sampit, setelah bakal calon Pilkada Kotim Irawati gencar mendaftar ke sejumlah partai, giliran Halikinnor yang menggalang dukungan dengan mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati dalam penjaringan yang dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Belum diketahui apakah hal tersebut merupakan isyarat pecah kongsi atau strategi politik untuk merapatkan barisan pendukungnya.

Bacaan Lainnya

”Seperti yang sering saya sampaikan, membangun Kotawaringin Timur ini tidak bisa hanya dilakukan satu partai politik atau satu kelompok saja, tetapi perlu kebersamaan dan dukungan semua. Semakin besar dan semakin kuat, itu semakin bagus,” kata Halikinnor, Jumat.

Kedatangan Halikinnor disambut Ketua DPC PKB Kotim Sohibul Hidayat dan pengurus lainnya. Pertemuan itu sekaligus silaturahmi, karena selama ini komunikasi Halikinnor dengan para petinggi PKB berjalan dengan baik.

PKB merupakan partai kedua tempat Halikinnor mendaftarkan diri dalam penjaringan calon bupati. Sebelumnya, dia mendaftar secara resmi di partainya sendiri yaitu PDIP bersama dengan petahana Wakil Bupati Irawati.

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Halikinnor mendaftar seorang diri. Sementara itu, Irawati sendiri diketahui telah lebih dulu datang mendaftar ke PKB beberapa hari lalu.

Terkait masalah ini, Halikinnor menganggapnya hal biasa. Menurutnya, politik itu sangat dinamis dan bisa berubah kapan saja sehingga apapun bisa terjadi.

Halikinnor mengaku fokus menjalankan arahan partainya untuk terus menjalin komunikasi seluas-luasnya dengan partai politik lain. PDIP akan menyambut gembira jika banyak partai yang akan bergabung dalam koalisi.

Sesuai aturan, dengan 10 kursi DPRD yang diperoleh saat Pemilu Legislatif 14 Februari lalu, PDIP sudah bisa mengusung sendiri pasangan calon,  tanpa harus berkoalisi karena syarat minimal untuk mengusung hanya 8 kursi.

Namun, PDIP berpandangan bahwa pemerintahan harus dilandasi kebersamaan sebagai kekuatan. Untuk itulah PDIP membuka diri dan aktif berkomunikasi dalam menjajaki koalisi dengan partai-partai lainnya.

”Apalagi kita di Kotawaringin Timur ini mengusung semangat Habaring Hurung atau gotong royong. Makanya kami menganggap sangat penting untuk menjalin komunikasi dengan semua partai politik,” tegas Halikinnor.

Halikinnor menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada banyak pihak yang terus menyampaikan dukungan kepadanya. Jika kembali diberi amanah memimpin Kotawaringin Timur, dia ingin melanjutkan dan meningkatkan pembangunan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Halikinnor mengaku bersyukur karena sambutan positif juga diberikan tokoh politik di daerah ini. Untuk itu, dia kembali akan mendatangi partai politik lainnya untuk mendaftarkan diri dalam penjaringan bakal calon bupati di partai-partai tersebut.

Sebelumnya, politikus senior di Kotim, Supriadi, menilai, minimnya bakal calon potensial yang muncul sebagai penantang petahana dalam Pilkada Kotim jadi potret buram demokrasi.

Partai politik dinilai gagal melakukan kaderisasi, sehingga tak ada sosok yang bisa dijual untuk melawan dominasi incumbent. Akibatnya, calon boneka pun rawan dimunculkan

”Padahal, pilkada merupakan kasta tertinggi kemampuan berpolitik yang harus ditunjukkan. Kalau hal ini sampai terjadi, sangat disayangkan atas gagalnya partai politik menyiapkan kader untuk benar-benar siap bertarung ide dan gagasan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kotim,” kata Supriadi, Selasa (14/5/2024).

Pos terkait