Bangun Depo Sampah Lebih Besar, TPS Lama Dimusnahkan

tps sampit ditutup
DITUTUP: DLH Kotim bersama masyarakat menutup tempat pembuangan sampah di Jalan Muchran Ali, Sampit, Selasa (6/6/2023). (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.com – Keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) ternyata tak cukup membantu menciptakan lingkungan bersih. Sampah tetap saja berserakan di sekitar lokasi TPS dan menimbulkan aroma busuk.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya memutuskan membongkar sekaligus menutup TPS yang sebelumnya dibangun Pemkab Kotim tersebut. Hal itu sebelumnya telah dilakukan terhadap sejumlah TPS lain ketika depo sampah telah dibangun.

Bacaan Lainnya

”Sebelum ada depo, sampah di TPS tetap saja berserakan. Ukurannya yang hanya sekitar 1×2 meter tidak cukup menampung sampah, sehingga berserakan ke jalan. Setelah dibangun depo yang lebih luas dengan daya tampung sampah lebih banyak, TPS di Kota Sampit dibongkar dan ditutup,” kata Machmoer, Kepala DLH Kotim, Selasa (6/6).

Menurutnya, sekitar 151 TPS yang tersebar di Kota Sampit dibongkar dan ditutup. Selasa (6/6) pagi, DLH Kotim dibantu masyarakat Kelurahan Baamang Hulu membongkar dan menutup TPS di Jalan Muchran Ali, dekat lapangan beringin.

”Masyarakat sekitar meminta agar menutup TPS itu. Kami langsung kerahkan tenaga di DLH untuk membongkar, dibantu alat berat dan tiga unit truk untuk mengangkut sampahnya,” katanya.

DLH Kotim dibantu Kelurahan Baamang Hulu dan anggota DPRD Kotim Dadang H Syamsu kemudian memasang spanduk besar bertuliskan larangan membuang sampah di lokasi yang dibongkar. Larangan itu disertai peringatan bahwa di lokasi tersebut diawasi CCTV.

”Kadang-kadang masyarakat masih ngeyel. Sudah ditutup, dipasang kayu penghalang, dipasang spanduk besar, masih saja buang sampah di situ. Mulai sekarang saya imbau semua masyarakat, khususnya di sekitar wilayah Baamang tidak lagi membuang sampah di TPS dan silakan membuang sampah di depo Jalan Cristopel Mihing yang lokasinya juga tidak jauh dari Jalan Muchran Ali,” kata Machmoer.

DLH Kotim sebelumnya membangun depo besar di Jalan Pelita, Tartar, dan di belakang Swalayan Bintang. Depo itu berlokasi di wilayah Kecamatan MB Ketapang. Satu depo lainnya di Jalan Cristopel Mihing, Kecamatan Baamang.

Untuk mengatasi kekurangan depo di Kecamatan Baamang, DLH Kotim menyediakan lagi tiga depo mini di Baamang. Lokasinya di Jalan Tidar, Sampurna, dan Antang, serta satu TPS 3R di Jalan Kopi Selatan yang termasuk wilayah Kecamatan MB Ketapang. Total ada 4 depo besar, 3 depo mini, dan satu TPS 3R yang disediakan Pemkab Kotim.

”Depo di Kota Sampit masih sangat minim dan perlu terus ditambah seiring bertambahnya jumlah penduduk,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun Gatot Ismutarto mengatakan, pihaknya telah membongkar delapan TPS yang tersebar di Baamang dan MB Ketapang secara bertahap. Tinggal dua TPS yang masih ada.

”Sebulan lalu, TPS di Jalan Tjilik Riwut sudah ditutup karena lahan itu rencananya mau dibangun Kantor Kecamatan Baamang. Saat ini, TPS di Kota Sampit yang masih ada di dekat Kantor Baamang Hulu dan Perumahan Pandawa, Jalan Jenderal Sudirman,” kata Gatot.

Gatot mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di bekas TPS yang sudah dibongkar. ”Petugas kebersihan tidak melintasi lagi rute di TPS yang ditutup. Jadi, tolong kesadarannya agar tidak lagi membuang sampah di lokasi eks TPS. Buanglah sampah ke depo yang sudah disediakan,” ujarnya. (hgn/ign)

Pos terkait