Banjir Di Pangkalan Bun Paling Parah Sepanjang Sejarah

Hanya Satu Kecamatan yang Lolos

banjir kobar
BANJIR: Kondisi banjir yang melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (25/10). Hampir semua kecamatan yang terendam, kecuali Pangkalan Lada. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Banjir besar yang merendam hampir sepertiga wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) merupakan banjir terparah sejak 30 tahun terakhir. Banjir yang terjadi beberapa kali sepanjang tahun ini, merendam sebanyak 7.066 rumah penduduk dan lebih dari 26.183 jiwa terdampak.

Dari puluhan ribu jiwa tersebut, sebanyak 7.546 jiwa di antaranya mengungsi di beberapa posko banjir di masing-masing wilayah terdampak.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat Martogi Siallagan mengatakan, sampai 25 Oktober 2022, banjir telah menerjang 31 desa dan kelurahan di lima kecamatan, yaitu Arut Utara, Arut Selatan, Kotawaringin Lama, Pangkalan Banteng, dan Kecamatan Kumai.

”Satu-satunya kecamatan yang lolos dari banjir adalah Kecamatan Pangkalan Lada,” ujarnya, Rabu (26/10).

Dia menuturkan, berdasarkan mitigasi dan data lapangan, selain rumah penduduk, fasilitas umum, seperti sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya, juga terdampak banjir dengan jumlah mencapai 161 unit.

Baca Juga :  GEGER!!! Lagi Semprot Rumput, Warga Temukan Tengkorak Manusia

Dia melanjutkan, Arut Selatan merupakan wilayah terparah diterjang banjir. Tidak kurang dari 13 desa dan kelurahan terendam, dengan jumlah rumah yang kebanjiran sebanyak 5.275 unit. Ribuan rumah tersebut dihuni sebanyak 5.623 KK dari 19.181 jiwa.

Kemudian, Kecamatan Kotawaringin Lama, banjir merendam 5 desa dan kelurahan dengan jumlah rumah terendam sebanyak 1.041 yang dihuni sebanyak 1.291 KK terdiri dari 4.220 jiwa. Sementara Kecamatan Arut Utara banjir merendam sebanyak 11 desa dan kelurahan dengan jumlah rumah yang terendam sebanyak 725 yang dihuni sebanyak 744 KK terdiri dari 2.662 jiwa.

Selanjutnya, Kecamatan Kumai satu desa terendam banjir, dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 25 unit yang dihuni sebanyak 28 KK dari 120 jiwa. Untuk Pangkalan Banteng ada satu desa yang terendam, namun telah surut.

Pos terkait