Banyak Ikan Ditemukan Mati, Ternyata Sungai Sampit Tercemar Ringan

pencemaran sungai sampit
TERCEMAR: Ekspose hasil uji laboratorium dugaan pencemaran Sungai Sampit, Selasa (2/8). (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, RadarSampit.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah menerima hasil uji laboratorium terhadap sampel air Sungai Sampit yang diduga tercemar. Hasilnya, air sungai yang berada di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara tercemar ringan.

Kepala DLH Kotim Machmoer menyampaikan, bahwa peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan Kegiatan Industri Minyak Sawit hanya terdiri dari tujuh parameter, yaitu Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and Total Suspended Solid (TSS), minyak dan lemak nitrogen total (sebagai N), pH, dan debit air.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan laporan hasil pengujian laboratorium PT Unilab Perdana Jakarta dan hasil analisis DLH Kotim menunjukkan, kualitas air Sungai Sampit di lokasi terjadi kematian ikan-ikan berada pada kondisi tercemar ringan

”Terjadi pencemaran ringan, dengan parameter yang melebihi baku mutu adalah BOD dan COD.

Baca Juga :  Apes!! Tunggu Pembeli Sabu, yang Datang Malah Polisi

Namun, pihaknya tidak bisa menuduh pencemaran ringan itu sepenuhnya tindakan perusahaan. Walaupun memang ada keterkaitan dengan perusahaan, karena beberapa perusahaan beraktivitas di wilayah tersebut.

”Terkait perusahaan memang iya, karena memang ada aktivitas di situ. Sehingga terhadap perusahaan pun kami ada saran ataupun rekomendasi terhadap perusahaan tersebut agar tidak meningkatkan pencemaran,” tuturnya.

Oleh karena itu, dalam rangka pencegahan pencemaran ringan air Sungai Sampit agar tidak meningkat menjadi pencemaran sedang atau berat dan untuk sama-sama menjaga kualitas air, perusahaan yang mempunyai pabrik pengolahan minyak kelapa sawit (PKS) untuk melakukan langkah pencegahan sebagaimana yang disarankan tim pelaksana verifikasi lapangan.

Pos terkait