Begini Caranya, Hilangkan Trauma Korban Banjir

Palangka Raya,Hilangkan Trauma anak - anak Korban Banjir
Anak-anak korban banjir di pengungsian, ketika mendapatkan penanganan trauma dari Polwan Polda Kalteng, agar semangat mereka bangkit di tengah bencana yang melanda, Minggu (21/11).(istimewa)

PALANGKA RAYA- Dampak banjir di Kota Palangka Raya belakangan ini,  tidak hanya membuat ribuan orang mengungsi. Tetapi juga membuat anak-anak korban banjir trauma,  sehingga diperlukan pendampingan, agar semangatnya bangkit.

Sementara itu dari pantuan, debit air banjir sudah mulai surut. Ketinggian debit air banjir terdalam yang awalnya sekitar 129 sentimeter, sampai Minggu (21/11) kemarin turutn menjadi sekitar 125 sentimeter.

Namun, masih ada perumahan dan lahan perkebunan terendam air yang cukup dalam. Saat ini terdata ada 10.950 rumah teredam, 31.047 terdampak banjir dari 120 RT Se Kota Palangka Raya.

Di lokasi lain, penurunan debit air juga terlihat sekitar 30 sentimeter, sebagian rumah warga sudah tidak tergenang. Rata-rata dari 21 kelurahan terdampak banjir, debit air semakin menurun. Di Kelurahan Bereng Bengkel,  akses ke pemukiman warga masih tergenang, begitu pula di Petuk Katimpun dan Danau Tundai.

Sementara itu, mencegah trauma mendalam bagi anak-anak korban banjir, para polwan Polda Kalteng bersama Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalimantan Tengah Brigjen Pol Ida Oetari Poernamasasi, mendatangi anak-anak pengungsi  di Jalan Mendawai, Pasar Kahayan dan di Jalan Arut, hingga di Kelurahan Bereng Bengkel, Kecamatan Sabangau.

Baca Juga :  APBD Kapuas Dipelajari DPRD Tanah Laut

Dengan menggelar trauma healing, anak-anak diajak bernyanyi dan bermain oleh para Polwan. Salah satu upaya agar mereka ceria, yakni  diajak bermain permainan tebak gambar, karena dalam permainan tersebut ada berbagai macam hadiah yang telah disiapkan.

Brigjen Pol Ida Oetari Poernamasasi mengatakan, trauma healing sengaja diberikan untuk anak anak korban banjir, karena kondisi mereka dinilai mengalami situasi yang dapat menimbulkan keadaan tertekan, akibat banjir yang terjadi.

Pos terkait