SAMPIT, radarsampit.com – Salah satu tiang penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Terowongan Nur Mentaya Jalan Tjilik Riwut ambruk, Kamis (4/5) pukul 14.30 WIB. Bohlam dan ornamen pecah berserakan di sekitar lokasi kejadian. Ambruknya tiang itu akibat ulah truk KH 8455 FA yang dikemudikan oleh Wahyu Pamungkas (34).
Kejadian bermula ketika Wahyu melawan arah melewati jalur lambat di Jalan Tjilik Riwut menuju komplek salah satu perumahan untuk mengantar kiriman pasir. Saat belok ke kanan memasuki jalan perumahan, roda truk tak masuk sempurna, sehingga ia mengambil ancang-ancang mundur hingga bak truk mengenai tiang lengkung berwarna kuning.
Perkiraan yang tidak matang membuat truk menabrak tiang sampai dua kali. Kejadian pertama mengenai spion dan kejadian kedua sampai mengakibatkan tiang lengkung yang tak bersalah ini rubuh alias ambruk.
Kejadian itu langsung direspons pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Kotim, anggota Satlantas Polres Kotim, Camat Baamang Sufiansyah, dan Lurah Baamang Hulu Rudi Setiawan juga terlihat hadir mengecek kejadian tersebut.
Tiang yang ambruk langsung diamankan ke dalam bak kendaraan milik Dishub Kotim. Tak lama kemudian, hadir Kepala Dishub Kotim Suparmadi bersama jajarannya.
“Kami baru saja sampai Sampit, mendengar kabar ada tiang PJU yang jatuh. Truk dan alat bukti sudah diamankan aparat kepolisian dan sopirnya sudah kami mintai keterangan ke Kantor Dishub Kotim,” ujar Suparmadi saat ditemui di lokasi kejadian.
Terkait nasib PJU apakah masih bisa diperbaiki atau harus mengganti total, ia masih belum dapat memastikan. “Ini masih kami pelajari dulu, apakah masih bisa difungsikan atau harus ganti total. Sopir yang menabrak tiang sudah membuat pernyataan siap bertanggungjawab dan untuk sekarang sopirnya sudah diizinkan pulang tetapi akan terus diproses lebih lanjut,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, tiang PJU ini salah satu tiang yang termasuk dalam Kawasan Terowongan Nur Mentaya. Kawasan ini menjadi ikon baru yang diresmikan Bupati Kotim Halikinnor pada Sabtu 10 Desember 2022 lalu.
Pemkab Kotim menganggarkan Rp 14,8 miliar untuk pengadaan tiang melengkung pada sisi kanan dan kiri layaknya seperti terowongan cahaya. Total ada 172 tiang yang didesain melengkung disepanjang 2500 meter mulai dari Bundaran Samekto sampai Stadion 29 November Jalan Tjilik Riwut. Setiap sisi kanan dan kiri terdiri 86 tiang melengkung yang berjarak 30 meter dari tiang satu ketiang berikutnya.
Adapula tiang lurus dengan tambahan ornamen ikan jelawat khas ikon Sampit yang dipasang di median jalan (posisi tengah) sebanyak 18 tiang mulai dari Hotel Wella kearah Bundaran Habaring Hurung.
Pada setiap tiang lengkung memiliki nilai Rp 75 juta dan telah dilengkapi lampu LED strip lengkap dengan ornamen khas Kotim. Apabila satu tiang yang rubuh itu tidak dapat diperbaiki. Sopir penabrak terancam harus mempertanggungjawabkan penyediaan tiang baru yang nilainya fantastis hingga puluhan juta. (hgn/rm-105/yit)








