Begini Respons Pejabat Kotim soal Rencana Mutasi

mutasi
Ilustrasi. (M faisal/Radar Sampit)

SAMPIT – Rencana perombakan jabatan di lingkup Pemkab Kotim membuat sejumlah pejabat bersiap lengser dan dimutasi ke instansi atau tugas lain. Sebagai aparatur sipil negara (ASN), jajaran kepala SOPD harus patuh pada instruksi pimpinan, meski perintah itu terkadang tak sesuai harapan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kotim Rihel, misalnya, mengaku siap menerima perintah dan amanah jabatan dari pimpinan dalam rotasi perdana di masa pemerintahan Halikinnor-Irawati (Harati).

Bacaan Lainnya

”Pada prinsipnya, saya sebagai seorang ASN yang dilantik di bawah sumpah dan janji, siap diamanatkan oleh pimpinan di manapun yang harus saya kerjakan,” ujar Rihel, Rabu (1/9).

Rihel mengaku tengah menebak-nebak tempat tugasnya nanti setelah dimutasi. Dia memperkirakan akan tetap dipercaya sebagai orang lapangan, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), atau tetap dipertahankan di dinas yang dipimpinnya sekarang.

”Mungkin saya ini disuruh untuk urusan lapangan. Dari kebiasan beberapa tahun ini, saya dipercayakan untuk  dinas yang cenderung banyak kegiatan di lapangan,” kata Rihel.

Rihel menegaskan, dirinya bukan tipikal pejabat asal bapak senang. Selama dia menjadi ASN, dia berupaya menunjukkan dirinya bisa bekerja dan dipercaya. Untuk penilaian selanjutnya, merupakan otoritas penuh kepala daerah sebagai pimpinannya.

”Yang pasti, harus peka jadi prajurit apa maunya pimpinan, dalam artian untuk kepentingan publik. Bahkan, bagi saya, pernyataan dan komentar Bupati di koran pun sudah merupakan perintah yang harus cepat saya tindak lanjuti, sehingga sebagai anak buah juga harus memahami pimpinan dari aspek psikologis dan gaya kepemimpinannya,” tegas Rihel.

Sementara itu, delapan pejabat dinyatakan lulus seleksi administrasi lelang terbuka pengisian jabatan dua kepala dinas. Peserta yang dinyatakan lulus berhak mengikuti tahapan seleksi kompetensi, manajerial, dan sosial kultural, serta presentasi makalah dan wawancara.

Sebelumnya Pemkab Kotim menggelar seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama untuk mengisi jabatan Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Dua jabatan tersebut lama kosong dan hanya diisi pelaksana tugas.

Hasil seleksi administrasi, empat peserta yang lulus pada formasi jabatan Kepala Dinas Pertanian, yaitu Sepnita dari Dinas Pertanian, Permata Fitri dari Dinas Pertanian, Muhammad Saleh dari Sekretariat Daerah, dan Raden Rudi Herlambang dari Dinas Pertanian.

Peserta yang lulus seleksi administrasi pada formasi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian adalah Zulhaidir dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Emaliyatun dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Rodi Hartono dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Raihansyah dari Sekretariat Daerah.

Selain itu, ada satu peserta yang dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi, yaitu Tauba dari Dinas Pemuda dan Olahraga. Penyebabnya, dia tidak melampirkan sertifikat Diklatpim III atau belum lulus Diklatpim III.

”Seleksi dilakukan panitia yang diketuai Sonedi, seorang akademisi, bukan kami di BKPSDM. Keputusan panitia seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat,” tegas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Alang Arianto. (ang/ign)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *