BKSDA Sampit Terima Bayi Lutung Merah dari Warga

lutung merah
DISELAMATKAN: BKSDA Resort Sampit menerima seekor bayi kelasi yang diselamatkan warga, Desa Bapinang Hulu, Kecamatan Pulau Hanaut, (20/4/2024). (ANTARA/HO-BKSDA Sampit)

SAMPIT, radarsampit.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menerima seekor bayi kelasi (lutung merah) dari seorang warga di Desa Bapinang Hulu, Kecamatan Pulau Hanaut.

”Kami menerima penyerahan seekor bayi kelasi dari seorang warga di Pulau Hanaut bernama Ari Susanto, satwa itu ditemukan di kebun miliknya,” kata Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Minggu.

Muriansyah menjelaskan kronologi penemuan bayi kelasi tersebut berdasarkan keterangan warga. Pada Rabu 17 April 2024, warga yang bersangkutan sedang bekerja di kebun miliknya lalu melihat induk kelasi yang dikejar kelasi lainnya. Dalam proses kejar-kejaran itu bayi kelasi jatuh dari gendongan sang induk.

Warga itu menunggu induk kelasi kembali untuk menjemput anaknya, namun sampai siang hari sang induk tak kunjung kelihatan. Merasa kasihan dan khawatir bayi kelasi akan mati atau diserang satwa lain, warga pun membawa satwa itu pulang untuk dirawat.

Kendati demikian, warga tersebut menyadari bahwa kelasi termasuk satwa yang dilindungi Undang-undang dan tidak seharusnya dipelihara, sehingga ia mencari informasi untuk dapat menyerahkan satwa tersebut ke pihak berwenang.

Baca Juga :  Publik Tunggu Bukti Pencabutan Izin Perkebunan Sawit

“Pada Jumat, kami menerima informasi dari rekan jurnalis ada warga yang ingin menyerahkan bayi kelasi yang baru ditemukan. Kami langsung menghubungi warga yang bersangkutan dan meluncur ke lokasi untuk proses serah terima,” cakapnya.

Ketika sampai ke tangan BKSDA Resor Sampit kondisi bayi kelasi tersebut tampak sehat dan tidak ada luka. Bayi kelasi tersebut berjenis kelamin jantan dengan usia diperkirakan di bawah satu bulan.

Muriansyah menyerahkan satwa dengan didampingi seorang petugas Manggala Agni dan dua relawan serta disaksikan warga setempat. Kini satwa tersebut telah diamankan di BKSDA Resort Sampit.

Selanjutnya, satwa tersebut akan dibawa ke BKSDA Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun untuk dirawat atau direhabilitasi mengingat satwa tersebut masih terlalu kecil, setelah cukup dewasa akan dilakukan pelepasan.



Pos terkait