Bunuh Ratusan Ternak Babi, Virus ASF Tak Menular ke Manusia

Virus ASF Tak Menular ke Manusia
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Gumas Yuliana Elisabeth.

KUALA KURUN Ratusan ternak babi milik masyarakat di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dilaporkan sakit dan mati. Diduga ternak babi terserang virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika. Dinas Pertanian Kabupaten Gumas menyatakan virus tersebut tidak menular ke hewan ternak lainnya.

“Penularan virus ASF hanya menyerang ternak babi, dan tidak dapat menular ke hewan ternak lain, apalagi manusia,” ucap Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas pada Pertanian Kabupaten Gumas Yuliana Elisabeth, Jumat (22/10).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, virus ASF tidak dapat menular meskipun daging ternak tersebut dikonsumsi manusia. Hanya saja secara etika kesehatan, masyarakat harus mengonsumsi daging hewan yang sehat.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap penyebaran virus ini. Kalau ada ternak yang mati, maka harus segera dikubur,” ujarnya.

Sejauh ini, belum bisa dipastikan penyebab sakit dan matinya hewan ternak babi tersebut. Dilihat dari gejala, mengarah pada penyakit ASF.

Baca Juga :  Pastikan Pasokan Sapi Kotim Aman Jelang Iduladha

“Untuk kepastiannya, kami masih menunggu hasil pengambilan sampel pada hewan ternak babi, yang dilakukan oleh Balai Veteriner (B-Vet) Banjarbaru,” tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas melakukan penyuluhan kepada masyarakat atau pemilik ternak babi mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang serta rutin dalam pemberian pakan.

“Apabila ada hewan ternak yang sakit dan mati, sebaiknya segera melakukan isolasi dengan memisahkannya dari hewan yang sehat. Kandang ternak juga harus dikosongkan kurang lebih selama dua bulan, serta lakukan penyemprotan disinfektan,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.