SAMPIT – Setelah mogok dua hari, para pekerja mulai mengangkut sampah pada Jumat dan Sabtu. Sampah dikirim ke tempat pembuang akhir. Butuh waktu empat hari untuk mengosong depo.
Pantauan Radar Sampit Sabtu siang, sampah masih menumpuk di sejumlah depo. Saking banyaknya sampah, depo sudah tak mampu menampung. Alhasil, sampah yang berada di dalamnya pun turut menyeruak keluar pagar depo. Sampah ini terdiri dari berbagai macam jenis mulai dari plastik, kardus, kertas, papan, sisa makanan, hingga peralatan rumah tangga seperti ember dan lainnya.
Ketika melewati depo sampah, bau busuk yang berasal dari sampah sangat tajam menusuk hidung. Namun para pekerja tidak menghiraukan itu, mereka seperti tidak mengenal lelah meski uang tambahanbelum juga mereka terima.
Depo Sehati 04 menjadi salah satu depo dengan kondisi sampah yang cukup parah. Sampah meluber hingga keluar depo pada Sabtu siang, meski petugas sudah mengangkut sejak Jumat (19/3).
Menurut salah satu petugas kebersihan Rifai, para pekerja sudah mengangkut yang meluber di luar depo, sedangkan yang di dalam depo belum terangkut. Untuk sampah yang di luar depo saja membutuhkan waktu dua hari pengangkutan.
Saat petugas melakukan pembersihan, sampah terus bertambah karena masyarakat tidak henti-hentinya membuang sampah di lokasi itu. «Ini sudah dua kali angkut,» kata Rifai.
Depo sampah Sehati 04 merupakan salah satu depo besar, mengingat kawasan tersebut merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk yang cukup padat. Volume sampah di lokasi itu pun cukup besar dibandingkan depo lainnya.
”Cuma dua hari saja tidak terangkut sampahnya sudah sampai keluar depo, apalagi kalau sampai seminggu,” kata Rifai.
Rifai menyebut, meski sampah meluber hingga keluar depo, namun mereka mampunya hanya melakukan dua kali pengangkutan, karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
”Mengangkutnya hanya dua kali saja, sama seperti hari normal. Lebih dari itu kaminya yang tidak mampu,” ucapnya.
Dalam sehari biasanya mereka mengangkut sampah dua kali. Sekali angkut, truk mampu menampung 8 ton sampah. “Tinggal kalikan saja mogok selama dua hari perlu waktu berapa kali angkut,” sebutnya.
Jika dalam dua hari sampah di Depo Sehati 04 tidak terangkut, maka volume sampah bisa mencapai 32 ton. Meski sudah meluber, masyarakat setiap harinya tetap membuang sampah ke sana.
”Sekarang sampah-sampah sudah kami angkut seperti normalnya saja, lebih dari itu kami tidak sanggup. Kami pasti akan menyelesaikannya, kami sudah janji,” ungkapnya.
Menurutnya, butuh waktu empat hari dan enam personel untuk bisa menyelesaikan sampah yang ada di depo tersebut. “Dua hari lagi saja selesai,” ucapnya.
Andi, petugas angkutan sampah yang ditemui di depo sampah Jalan Tatar, menyebut bahwa sampah tidak sampai keluar depo, meski ada peningkatan volume saat mogok kerja. “Volume tidak meluber, masih terkendali saja,” kata Andi.
Volume sampah di depo ini sekitar 8 ton per hari. Kemarin mereka sudah mengangkut sampah sebanyak tiga kali ke tempat pembuangan akhir. Meski sudah tiga kali diangkut, tumpukan sampah masih menggunung. Keterbatasan tenaga membuat mereka menyudahi pekerjaan dan akan kembali melanjutkan keesokan harinya.
”Jelas itu tetap kami kerjakan sampai selesai, karena tanggung jawab kami. Empat kali angkut lagi bisa selesai, tapi tenaganya ini yang terbatas, besok lanjut lagi,” sebutnya.
Aksi mogok kerja yang mereka lakukan merupakan bentuk solidaritas sesama petugas kebersihan. “Semuanya itu mogok dua hari. Dua hari saja sudah segitu, apalagi kalau satu minggu atau sampai akhir bulan,” cetus Andi.








