Ciri-ciri Shockbreaker Mobil Rusak

Ciri-ciri Shockbreaker Mobil Rusak
Ilustrasi

Shockbreaker yang bermasalah akan membuat kenyamanan berkendara terganggu. Mobil akan terasa tidak halus jalannya, dan ini berpotensi membahayakan keselamatan pengemudi maupun penumpang. Biasanya, ciri shockbreaker mobil rusak bisa dilihat dari kondisi mobil saat berjalan.

Sering dianggap sepele, peran shockbreaker justru sangat vital. Seperti namanya, alat ini punya fungsi untuk meredam kejut dan merupakan alat yang diperlukan untuk meredam guncangan ketika mobil sedang berjalan.

Dengan adanya shockbreaker ini, mobil menjadi lebih stabil saat ada guncangan, misalnya di jalan yang tidak rata. Adanya kerusakan pada alat ini dapat diketahui dengan melihat tanda-tanda yang terjadi.

Seiring usia pemakaian dan gaya berkendara, ada beberapa tanda yang bisa dikenali ketika shockbreaker pada mobil mulai mengalami kerusakan. Dirangkum dari laman resmi Suzuki, Rabu (9/3), berikut ciri-ciri shockbreaker mobil mulai rusak.

Pertama, yang bisa dikenali saat shockbreaker mobil mulai rusak adalah bisa dilihat ketika mobil sedang diparkir di tempat yang rata. Pada posisi ini akan terlihat, posisi mobil tidak seimbang, dan terlihat seperti tinggi sebelah atau miring ke salah satu sisi.

Ada cara lain yang bisa digunakan untuk mengetahuinya. Cara lain untuk mengetahuinya adalah dengan melihat jarak antara ban dan spakbor, pada saat mobil diparkir di tempat yang rata.

Biasanya, jarak setiap roda dengan spakbor tidak sama atau berbeda-beda, hal ini menandakan, kondisi shockbreaker mengalami kerusakan. Yang sering terjadi, shockbreaker yang sering mengalami kerusakan adalah di bagian kiri.

Hal ini terjadi karena mobil sering meredam hentakan keras berkali-kali, akibat kondisi jalan yang tidak rata. Berjalan di lajur kiri menyebabkan shockbreaker di bagian kiri lebih sering rusak.

Kondisi ban aus dan tidak merata

Shockbreaker yang mengalami kerusakan juga bisa mengakibatkan ban mobil menjadi cepat aus dan akhirnya tidak rata. Bagian ban yang aus ini bisa terjadi pada sisi luar ban, dan bisa juga di bagian dalam.

Baca Juga :  AXCI Chapter Sampit Gelar Anniversary ke-2  

Lebih parah lagi, aus pada ban juga bisa terjadi pada beberapa ban sekaligus. Ban aus ini terjadi akibat pemasangan kaki-kaki shockbreaker secara keseluruhan yang kurang pas.

Hal ini mengakibatkan fungsi shockbreaker menjadi lemah. Aus pada ban yang terjadi pada bagian dalam biasa disebut camber negatif. Sebaliknya, bila terjadi pada bagian kanan disebut camber positif.

Pos terkait