DAHSYAT!!! Hujan Semalam Putuskan Dua Jembatan

Ratusan rumah terendam banjir. Salah satunya di Desa Sungai Hijau, Kecamatan Pangkalan Banteng
KEBANJIRAN: Ratusan rumah terendam banjir. Salah satunya di Desa Sungai Hijau, Kecamatan Pangkalan Banteng dan menyebabkan dua jembatan putus. (SLAMET/RADAR SAMPIT)

PANGKALAN BUN, RadarSampit.com – Lima kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah terdampak banjir setelah hujan deras semalam suntuk yang mengguyur kawasan tersebut. Ratusan rumah terdampak banjir dan jembatan di Jalan Aspek (logging) jebol terseret banjir.

Banjir kali ini membuat tim dari BPBD dan Damkar Kobar mulai bergerak sejak Rabu (29/6) malam. Pasalnya, sejumlah rumah di Kelurahan Sidorejo (Kota Pangkalan Bun) terendam banjir akibat luapan air sungai.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Syahruni mengatakan, hujan dengan intensitas sedang dan tinggi beberapa hari terakhir yang menyebabkan terjadinya peningkatan debit aliran sungai Arut dan DAS Lamandau.

Air meluap akses Jalan, jembatan, lingkungan pemukiman warga, sawah, dan perkebunan di beberapa wilayah terdampak Kabupaten Kotawaringin Barat.

”Total lima wilayah terdampak banjir akibat meluapnya dua daerah aliran sungai,” kata Syahruni.

Saat ini, lanjutnya, tim masih melakukan groundcek, pemantauan, monitoring, dan pengaturan kendaraan yang melintas. Mengingat banyak rumah yang terendam banjir.

Baca Juga :  TRAGIS!!! Datangi Bagian Sungai yang Dalam, Bocah Langsung Terseret Arus

”Untuk ketinggian air berkisar mulai 10 sentimeter hingga 1,5 meter. Banjir di dalam kota selain disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi, juga drainase yang dangkal dan dipenuhi sampah dan tanaman air, seperti eceng gondok. Kemudian untuk banjir di luar Kota Pangkalan Bun efek dari replanting dari perkebunan,” jelasnya.

Namun, sampai Kamis (30/6) siang, kondisi banjir mulai berkurang. Di antaranya, ketinggian air mengalami penurunan di areal RT 17 Kelurahan Sidorejo. Di wilayah Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada juga surut.

”Sedangkan di wilayah Kecamatan Kotawaringin Lama dan Kecamatan Pangkalan Banteng justru naik,” bebernya.

Dijelaskan secara rinci, wilayah yang terdampak banjir di setiap kecamatan di antaranya di Kelurahan Sidorejo, Kecamatam Arut Selatan 12 rumah dan 12 pintu barakan. Ketinggian air yang merendam rumah warga kurang lebih 35 sentimeter.

Kecamatan Arut Utara ini yang mulai terdampak banjir, yakni Kelurahan Pangkut. Sudah ada 50 rumah yang terendam banjir, namun ini nampaknya terus bertambah dan updatenya menyusul.

Pos terkait