Derita Warga Berlipat Ganda, Petugas PLN Berjibaku Terjang Bencana dan Rawa

gangguan transmisi pln
TANTANGAN PETUGAS: Lokasi yang harus ditelusuri petugas PLN untuk menangani gangguan listrik yang menyebabkan pemadaman di sebagian wilayah Kalteng, Rabu (12/10). (PLN UNTUK RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Pemadaman listrik lebih 28 jam yang terjadi di Kota Sampit berdampak terhadap lebih seratus ribu orang. Derita warga kian berlipat ganda ketika krisis energi itu diiringi distribusi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mentaya Sampit yang juga ikut terhambat.

Listrik mulai padam sekitar pukul 21.25 WIB, Selasa (11/10). Situasi Sampit yang berubah menjadi gelap gulita diperparah dengan buruknya cuaca. Hujan deras disertai angin kencang membuat warga tak berkutik. Sampai berita ini naik cetak tadi malam, pemadaman masih berlangsung.

Bacaan Lainnya

Sebagian warga yang memiliki uang berlebih, memilih mengungsi ke hotel untuk mendapatkan layanan listrik dan air yang terjamin. Akibatnya, tingkat okupansi hotel melonjak drastis hanya dalam sehari. Bahkan, banyak warga tak kebagian kamar lantaran rata-rata sudah terisi penuh.

Baca Juga :  Nadalsyah Mundur, Pengurus Demokrat Kalteng Bungkam

”Saya cek semua hotel yang ada, ternyata tidak ada slot yang kosong. Semuanya terisi penuh,” kata Yanto, seorang ajudan pejabat Kotim.

Warga lainnya, Puspita, bersama keluarganya kebingungan mencari penginapan. Pasalnya, rumahnya di daerah Baamang sejak pagi hingga siang tidak ada aliran PDAM serta listrik.

”Sudah rumah tak ada air, listrik mati. Lengkap semuanya. Ditambah lagi anak-anak yang kurang sehat. Saya bingung dengan suami mencari tempat untuk menginap, penuh semua,” ujar Puspita.

Lain halnya dengan Dody. Pegawai di sebuah instansi di Kotim ini memboyong keluarganya pergi ke Palangka Raya ketika mendapat tugas perjalanan dinas luar. Dia menginap di tempat keluarganya.

”Saya bawa istri dan anak-anak ke Palangka Raya, daripada di Sampit tidak jelas kapan hidup listriknya. Apalagi ada informasi sampai tiga hari listrik padam,” ujarnya.

Kurna, warga Baamang, mengkritik PDAM yang tak bisa memberikan pelayanan terbaik ketika listrik padam. Akibatnya, pekerjaan rumahnya menumpuk.

Pos terkait