Dulu Ditebang dan Dibuang, Kini Diolah Jadi Gula Merah

Melihat Pemanfaatan Pohon Kelapa Sawit di Desa Pangkalan Satu

gula merah pohon sawit
BAHAN GULA MERAH: Petani yang tergabung di Koperasi Tani Bahagia Desa Pangkalan Satu, praktik mengambil nira untuk bahan baku gula merah dari pohon sawit pada, Jumat (2/9). (SYAMSUDIN/RADAR SAMPIT)

Pohon sawit yang biasanya dibuang saat replanting karena sudah tak produktif lagi, ternyata masih mampu menghasilkan rupiah. Bila biasanya hanya ditebang dan ditimbun, kini bisa diambil niranya untuk bahan baku gula merah.

SYAMSUDIN-radarsampit.com, Pangkalan Bun

Bacaan Lainnya

Deretan pohon kelapa sawit milik Koperasi Tani Bahagia Desa Pangkalan Satu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat tampak menjulang tinggi. Rerata usia pohon sudah mencapai lebih 20 tahun dengan ketinggian sekitar 8-10 meter.

Ribuan pohon sawit tersebut siap direplanting karena dinggap tidak produktif lagi. Lazimnya, replanting pohon sawit tua itu menggunakan alat berat. Pohon ditumbangkan dan dipotong lebih kecil untuk memudahkan penimbunan. Kelak pohon sawit itu bisa menjadi pupuk alami saat penanaman kembali.

Namun, kali ini, sekitar 600 hektare kebun sawit siap replanting itu menjadi percontohan pembuatan gula merah dari nira pohon kelapa sawit.

Baca Juga :  TRAGIS!!! Ibu Ini Dikirimi Video Anaknya Mandi di Sungai sebelum Tewas Tenggelam

”Saat ini petani melalui Koperasi Tani Bahagia Desa Pangkalan Satu Kecamatan Kumai, masih dalam tahap pembelajaran dengan narasumber dari PT Unilever yang nantinya akan menerima pasokan gula merah jika sudah jadi,” kata Yudhi Hudaya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kobar.

Pelatihan pembuatan gula merah dengan menggunakan limbah pohon sawit merupakan tindak lanjut kaji banding para petani dan kepala desa di Provinsi Lampung beberapa waktu lalu.

Kabupaten Kobar memiliki potensi sangat besar dengan keberadaan pohon sawit yang sudah tidak produktif untuk diproses menjadi gula merah.

Pos terkait