Enam Gunung di Indonesia Berstatus Siaga, Cek Dimana Saja Lokasinya

gunung marapi erupsi
Kondisi Gunung Marapi saat erupsi, Minggu (3/12/2023). Antara/HO- BPBD Agam

JAKARTA, radarsampit.com – Kewaspadaan dalam mendaki gunung harus ditingkatkan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mengumumkan terdapat enam gunung berapi yang berstatus Siaga atau Level III.

Yang cukup menonjol, Gunung Semeru yang empat kali mengalami erupsi, Kamis (25/4/2024).

Bacaan Lainnya

Sesuai data PVMBG enam gunung yang berstatus Siaga tersebut yakni, semeru, merapi, marapi, ruang, awu, dan ili lewotolok. Keenam gunung tersebut mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang terlihat dari pengamatan visual dan kegempaan.

Kepala PVMBG Hendra Gunawan menerangkan, sejak Rabu (24/4/2024) tercatat enam gunung di Indonesia telah berstatus siaga. Hal itu dikarenakan terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di gunung-gunung tersebut. ”Untuk Kamis (25/4/2024) masih enam gunung,” ujarnya.

Sebuah hal normal di Indonesia bila terdapat enam gunung sekaligus yang berstatus Siaga. Dia mengaku belum memiliki data pembanding dengan gunung berstatus siaga pada tahun lalu. ”Memang hanya enam saja,” paparnya.

Namun begitu, masyarakat diharapkan waspada bila beraktivitas di gunung berapi. Khususnya, gunung berapi yang saat ini berstatus Siaga. ”Patuhi petugas untuk menghindari radius berbahaya,” terangnya kemarin.

Baca Juga :  Ganjar: Dari Kandang Banteng Kita Akan Menangkan Pemilu

Menurutnya, dari enam gunung tersebut yang cukup menonjol adalah Gunung Semeru. Sebab, aktivitasnya tergolong cukup tinggi. Tercatat dalam satu hari kemarin, terjadi empat kali erupsi. Erupsi pertama terjadi pukul 00.15 dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 800 meter dari puncak.

”Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 108 detik,” terangnya.

Lalu, erupsi kedua terjadi pukul 02.34 dengan tinggi kolom abu kurang lebih sama dengan yang erupsi pertama. Dia mengatakan, erupsi terekam seismograf dengan amplitudo 22 mm dengan durasi 125 detik. ”Erupsi ketiga pukul 06.35 dengan kolom abu teramati lebih dari 900 meter dari puncak,” ujarnya.

Untuk erupsi ketiga ini terekam seismograf dengan amplitudo 22 mm dan durasi 120 detik. Dia mengatakan, erupsi keempat terjadi pukul 08.34 dengan tinggi kolom abu lebih dari 1.000 meter dari atas puncak. ”Terekam seismograf dengan amplitudo 22 mm dan durasi 110 detik,” jelasnya.



Pos terkait