Generasi Muda Kotim Dituntut Jaga Kelestarian Budaya Lokal

Kukuhkan Pengurus Pramuka Saka Widya Budaya Bhakti

PENGUKUHAN: Upacara pengukuhan pengurus Pramuka Satuan Karya (Saka) Widya Budaya Bhakti Kotim masa bakti 2021-2023 di Museum Kayu Sampit, Sabtu (16/10) malam. (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Untuk pertama kalinya, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengukuhkan pengurus Pramuka Satuan Karya (Saka) Widya Budaya Bhakti Kotim masa bakti 2021-2023.

”Kita menambah lagi satuan karya baru di lingkungan Kwarcab Kotim, yakni Satuan Karya (Saka) Widya Budaya Bhakti. Jadi, ini pengukuhan yang pertama,” kata Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kotim Khairiah Halikinnor saat mengukuhkan pengurus Pramuka Saka Widya Budaya Bhakti di halaman Museum Kayu Sampit, Sabtu (16/10).

Bacaan Lainnya

Khairiah berharap dengan diresmikannya satuan karya baru tersebut, mampu meningkatkan pembinaan, pengetahuan, dan keterampilan di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Dia melanjutkan, untuk memberi wadah kegiatan khusus dalam bidang pendidikan dan kebudayaan di lingkungan gerakan pramuka, perlu dibentuk satuan karya Pramuka Saka Widya Budaya Bhakti yang merupakan sarana dan wahana guna memupuk, mengembangkan, membina, dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda terhadap peran pendidikan masyarakat dan pelestari budaya bangsa, khususnya pendidikan anak usia dini, nonformal, dan informal, seni dan film, tradisi, sejarah, nilai budaya, cagar budaya, dan museum.

Pengukuhan pengurus Saka Widya Budaya Bhakti dirangkai dalam kegiatan perkemahan Sabtu dan Minggu (Persami) yang juga digelar di halaman Museum Kayu Sampit. Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi dipercaya sebagai Ketua Pengurus Saka Widya Budaya Bhakti masa bakti 2021-2023 , sementara Wakil Ketua adalah Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim Suparman.

Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap anggota pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga pembangunan dan membangun NKRI, mengamalkan Pancasila, melestarikan lingkungan hidup, serta menjadi pribadi yang berkarakter.

”Salah satu cara untuk membentuk generasi yang berkarakter dan berbudaya adalah membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang pendidikan masyarakat dan kebudayaan yang merupakan bagian penting dari pembangunan Nasional,” ujarnya.

Kemudian, menanamkan nilai-nilai pendidikan masyarakat dan budaya bangsa melalui kegiatan kepramukaan akan membantu percepatan proses kesadaran, kemampuan, kemauan masyarakat untuk berperilaku hidup berdasarkan karakter dan budaya bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *