GILA!!! Diduga Sudah Niat Korupsi, Mantan Kades Simpan 50 Stempel Pemerintahan

DIGELEDAH: Kantor Desa Kalinapu Kecamatan Paju Epat serta rumah milik Yasmas di geledah oleh penyidik Tipikor Polres Bartim. (FOTO: SATRESKRIM POLRES BARTIM)

TAMIANG LAYANG Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Barito Timur menggeledah Kantor Desa Kalinapu Kecamatan Paju Epat terkait tindakan korupsi mantan kepala desa setempat Yasmas.

Penggeledahan penyidik tidak hanya dilakukan di kantor desa namun juga menyasar ke rumah mantan kepala desa nonaktif tersebut di RT 02 Desa Kalinapu untuk mencari alat bukti, seperti dokumen-dokumen penting lainnya, Sabtu (17/7).

Bacaan Lainnya

Kapolres Barito Timur AKBP Afandi Ekap Putra melalui Kasat Reskrim AKP Ecky Widi Prawira membenarkan adanya penggeledahan dua tempat tersebut. Menurutnya, penggeledahan dilakukan terkait pendalaman dugaan korupsi dalam pemanfaatan dan penggunaan APBDes dari DD dan ADD tahun 2017 senilai Rp 1,2 miliar.

“Dokumen dan barang penting langsung disita dan sekarang sudah diamankan di Mapolres Bartim,” kata kasatreskrim di Tamiang Layang.

Dokumen-dokumen yang diamankan yakni tiga buku rekening, 1 perangkat PC portable, 1 unit printer,  50 stempel dengan cap pemerintahan kabupaten, pemerintahan kecamatan, pemerintahan desa, lembaga masyarakat desa dan badan usaha atau toko. Selain itu,  bantalan stempel, 20 eksemplar SKT, nota belanja yang sudah terisi (ada tulisannya) dan masih kosong. Kemudian, kuitansi pembayaran yang sudah terisi dan ada yang masih kosong, proposal kertas – kertas yang berisi catatan tulisan tangan, dua buku agenda besar, buku agenda kecil, serta dokumen – dokumen yang berkaitan dengan APBDes Kalinapu tahun 2017.

Sedangkan dari kantor desa didapat dokumen berupa 2 lembar surat setor pajak (pph dan ppn) tahun 2017, buku peraturan desa, buku RPJMDES tahun 2016 – 2021, buku Perbup Bartim Nomor 6/2015, dua eksemplar proposal Desa Kalinapu tahun 2017. Buku petunjuk instal aplikasi simdadesa siskeudes, proposal program bantuan pemerintah pembangunan dan atau rehabilitasi lapangan bola hingga dokumen – dokumen yang berkaitan dengan APBDes 2017.

“Perkara korupsi ini masih didalami, kemungkinan ada tersangka lain, berkasnya akan segera dilimpahkan ke kejaksaan,” pungkasnya.

Sebelumnya tersangka sudah menginap di Sel Mapolres Barito Timur dengan dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 sub pasal 9 UU RI Nomor 20/2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31/ 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Pasal 2 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun, dan denda paling banyak Rp1 miliar. Pasal 3 dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. Pasal 9 dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp250 juta. (ae/yit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *