Giliran Desa Hanjalipan Hadapi Banjir Kiriman

banjir
RAKOR: Rapat koordinasi bersama instansi terkait membahas evaluasi status tanggap darurat banjir di Ruang Pusdops, Kantor BPBD Kotim, Jumat (31/5/2024). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim kembali melakukan rapat evualasi dengan menyepakati perpanjangan transisi pemulihan selama sepekan dimulai 1-7 Juni 2024.

”Dari hasil rapat evaluasi bersama instansi terkait, terutama paparan kondisi cuaca dari BMKG, maka disepakati status masa transisi pemulihan diperpanjang selama seminggu kedepan,” kata Rihel, Asisten I Bidang Pemerintahan Bidang Pemerintahan Setda Kotim, Jumat (31/5/2024).

Bacaan Lainnya

Rihel mengatakan, perpanjangan status transisi pemulihan dilakukan atas pertimbangan bencana banjir yang terjadi sejak Minggu (26/5/2024) yang berdampak di 24 desa di Kecamatan Telaga Antang 11 desa, Kecamatan Bukit Santuai 6 desa, Kecamatan Mentaya Hulu 3 desa 1 Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Antang Kalang 3 desa.

“Ada empat kecamatan yang minggu ini terendam banjir sekarang informasinya sudah surut tinggal beberapa desa di Kecamatan Mentaya Hulu dan tambahan Desa Hanjalipan, Kotabesi yang mulai kemarin menghadapi banjir kiriman dari utara,” kata Rihel.

Ketinggian air di Desa Hanjalipan dikabarkan mencapai 60 -100 cm. “Berdasarkan pengalaman, banjir di Desa Hanjalipan akan bertahan sekitar sebulan dengan ketinggian bervariasi. Karena, kondisi tanahnya berada di dataran rendah, letaknya di pinggir Sungai Mentaya sehingga rawan banjir,” jelasnya.

Pemkab Kotim juga merencanakan penyerahan bantuan berupa beras untuk masyarakat terdampak banjir yang akan disalurkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim.

”Pemkab Kotim masih ada sisa pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) yang diusulkan saat status tanggap darurat sehingga masih bisa disalurkan saat masa transisi pemulihan ini. Stok CBP yang disimpan di Bulog ada 42 ton dan sudah disalurkan 23 ton dan ada rencana pengadaan lagi 39 ton. Mudah-mudahan beras yang ada bisa mengkaver dari jumlah korban yang terdampak banjir di Kotim,” kata Rihel.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam melaporkan update data terkini per 31 Mei 2024 terdata masih ada 4 desa dan satu kelurahan yang terendam banjir yaitu di Kecamatan Mentaya Hulu Kelurahan Kuala Kuayan, Desa Tanjubg Jariangau, Bawan dan Tangkorah serta Desa Hanjalipan, Kecamatan Kotabesi dengan ketinggian air berkisar 30-130 cm.

”Masih ada satu akses jalan masyarakat di Desa Bawan yang terganggu karena terendam banjir dan satu SDN 5 Kuala Kuayan yang dilaporkan juga terendam banjir,” kata Multazam.

Multazam mengimbau kepada masyarakat yang masih terdampak banjir agar berhati-hati dalam penggunaan barang elektronik yang terhubung dengan listrik.

”Saat banjir apalagi sampai masuk rumah warga hang perlu diperhatikan hati-hati terhadap listrik dan dipantau warga yang memiliki anak-anak agar tidak ceroboh mendekati kabel yang terhubung listrik apalagi dalam kondisi basah yang rawan tersetrum,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala BMKG Kotim Mulyono Leonardo memaparkan kondisi cuaca di Kotim yang masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang terutama di wilayah utara Kotim.

”Secara umum curah hujan diprakirakan rendah, meskipun masih ada potensi hujan ringan hingga sedang dengan probabilitas rendah,” kata Mulyono.

Dari analisa BMKG Kotim, wilayah tengah Kotim yaitu Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang yang termasuk area Kota Sampit dan wilayah selatan Kotim sudah memasuki masa transisi peralihan musim hujan ke musim kemarau sejak dasarian I dan II periode Mei 2024.

Namun, kondisi berbeda terjadi di wilayah utara Kotim yang termasuk dalam zona Kalteng 8 masih menghadapi musim hujan.

Pos terkait