SAMPIT, radarsampit.com – Euforia Piala Dunia 2022 terasa di seluruh dunia, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sekalipun terpisahkan jarak ribuan kilometer, tetapi pecinta sepak bola di Kotim begitu antusias menyaksikan setiap laga pertandingan Piala Dunia Qatar. Bupati Kotim Halikinnor juga tidak ingin melewatkan event akbar empat tahun sekali itu.
Di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah, Halikinnor meluangkan waktu untuk menyaksikan kompetisi sepak bola internasional sejak babak delapan besar beberapa waktu yang lalu. Dia nonton bareng (nobar) para staf di rumah jabatan.
Piala Dunia 2022 Qatar disebut-sebut sebagai salah satu edisi Piala Dunia terbaik, khususnya soal persaingan seimbang antartim di fase grup. Ada banyak hasil-hasil pertandingan yang mengejutkan. Apalagi pada babak 16 besar banyak negara unggulan yang gagal melaju ke babak selanjutnya. Hal itu pula yang bikin Halikinnor tertarik.
”Banyak negara unggulan berjatuhan saat 16 besar. Jadi Piala Dunia 2022 ini penuh dengan kejutan,” ujarnya.
Laga antar negara di Piala Dunia 2022 kini semakin memanas. Apalagi saat ini sudah memasuki semifinal dimana ada empat negara yang akan bersaing menuju final. Keempat negara tersebut yakni Argentina yang akan berhadapan dengan Kroasia yang berlangsung Rabu (14/12) dini hari tadi.
Laga semifinal berikut ada Prancis yang akan melawan Maroko, Kamis (15/12) dini hari nanti. Rencananya pada laga semifinal Halikinnor akan kembali nobar di rujab.
Halikinnor juga memiliki jagoan, yakni Prancis.
”Saya secara pribadi menjagokan Prancis sebagai juara dunia 2022. Sukses untuk Prancis, pasukan yang tidak terkalahkan,” ucapnya.
Berbicara sepak bola sepertinya sedikit ada kaitannya dengan Halikinnor. Bukan karena Halikinnor pernah mengikuti klub sepak bola saat mudanya, tetapi karena Halikinnor pernah cedera pada Turnamen Mini Soccer Bupati Cup I Kotim yang digelar pada Januari lalu. Saat itu Halikinnor harus ditandu ke luar lapangan karena cedera lutut saat menggiring bola.
Ternyata Halikinnor bukan mengalami cedera biasa, kondisi itu bahkan mengharuskan Halikinnor menjalani operasi lutut pada 25 November 2022 lalu di Rumah Sakit EMC Alam Sutera Tangerang Banten. Saat ini Halikinnor masih menjalani masa pemulihan. Dia menggunakan tongkat penyangga sebagai alat bantu berjalan.
Halikinnor dianjurkan dokter untuk beristirahat selama kurang lebih 1,5 bulan, agar kondisi lututnya benar-benar optimal untuk digunakan berjalan. Namun, sebagai kepala daerah, Halikinnor tidak mau berdiam diri. Dia tetap menghadiri berbagai kegiatan di dalam kota.
”Saya mohon maaf karena kondisi ini belum bisa berkunjung ke desa-desa,” kata Halikinnor saat menghadiri kegiatan yang melibatkan para kepala desa se Kotim belum lama ini.
Kegiatan yang berlangsung pada 6 Desember lalu di Gedung Serbaguna Sampit merupakan acara pertama yang dihadiri Halikinnor pasca menjalani operasi lutut. Setelah itu beberapa acara lainnya yang memungkinkan, juga dihadirinya. Seperti acara penyerahan DIPA Anggaran 2023, penyalaan perdana Terowongan Nur Mentaya, dan Mamapas Lewu dan Mampakanan Sahur yang berlangsung di Balai Basarah, Senin (13/12) kemarin.
”Maaf saya dari tadi gerak-gerak pegal juga berdiri, karena yang menopang hanya kaki kiri,” kata Halikinnor saat memberikan sambutan pada acara yang digelar Senin kemarin.
Halikinnor juga memohon masyarakat Kotim mendoakan agar kondisinya cepat pulih seperti sedia kala, sehingga bisa kembali bekerja dengan optimal. (yn/yit)








