Harga Minyak Goreng Meroket, Pemkab Kotim Bersiap Operasi Pasar

goreng
HARGA MEROKET: Pedagang bahan kebutuhan pokok di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit juga mengeluhkan tingginya harga minyak goreng, Minggu (31/10). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) segera melakukan penelurusan terhadap kenaikan harga minyak goreng dipasaran yang dikeluhkan warga dan pedagang.

”Disperdagin akan lakukan penelurusan dan pemantauan dari distribusinya sampai penjualan akan kami survei untuk mengetahui penyebab kenaikan harga minyak goreng. Kalau sudah diketahui, baru kami bisa mengambil langkah selanjutnya,” kata Zulhaidir, Kepala Disperdagin Kotim, Senin (1/11).

Bacaan Lainnya

Zulhaidir menduga tingginya harga minyak goreng dipengaruhi permintaan minyak sawit yang di Indonesia yang tinggi. ”Bahan baku minyak goreng itu dari minyak sawit. Saat ini permintaan minyak sawit di Indonesia dari berbagai negara cukup tinggi. Apakah karena faktor itu, kami perlu melakukan penelusuran,” ujarnya.

Apabila kenaikan harga minyak goreng bertahan hingga sebulan lebih, pihaknya akan melakukan operasi pasar bekerjasama dengan Perum Bulog Sampit.

Baca Juga :  Pedagang Mengeluh Minyak Goreng Sulit Didapat, Wali Kota Pastikan Tak Langka, Kok Bisa?

”Untuk menekan harga dipasaran memang perlu dilakukan operasi pasar. Namun, kami lakukan penelurusan survei ke lapangan terlebih dahulu untuk mengetahui penyebabnya,” ujarnya.

Pantauan Radar Sampit, harga minyak goreng yang dijual di swalayan dan pasar tradisional dengan merek Tropical dijual dikisaran Rp 17 ribu per liter, Sabrina Rp 17.500 per liter, Kunci Mas Rp 16.500 per liter, Sedaap Rp 17.800 per liter, Ikan Dorang Rp 33.900 880 ml, Sunco Rp 21.900 per liter, Filma Rp 38 ribu per 2 liter, Bimoli Rp 23.200 per liter, dan Fortune Rp 16 ribu per liter.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.