Hujan Bukan Penyebab Utama Banjir

Kondisi Lingkungan Sedang Tak Baik-Baik Saja

TERENDAM: Rumah warga yang berada di pinggiran sungai terendam banjir akibat meluapnya DAS Kahayan, Senin (23/8). (BPBD GUNUNG MAS FOR RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Sejumlah pihak menganggap banjir di beberapa kabupaten disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Sementara Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki pandangan lain terkait penyebab banjir.

Direktur Walhi Kalteng Dimas Novian Hartono menyebutkan, banjir yang terjadi di sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya bencana alam tersebut menjadi ancaman serius yang setiap tahun dirasakan masyarakat.

Dimas menilai, banjir yang terjadi saat ini tidak sepenuhnya karena intensitas hujan yang tinggi belakangan ini. Akan tetapi, banjir tersebut karena kondisi lingkungan Kalteng sedang tidak baik-baik saja.

”Hal tersebut dikarenakan alih fungsi hutan yang sering terjadi dengan memberikan izin baru, pembukaan hutan yang terus dilakukan baik secara legal dan ilegal. Kemudian faktor kerusakan lingkungan juga disebabkan karena proyek pemerintah sendiri,” kata Dimas, Sabtu (4/9).

Banjir yang disebabkan oleh masalah lingkungan ini dapat dilihat dari bencana yang selalu terjadi setiap tahun. Hal ini berbeda dengan kondisi beberapa tahun lalu, dimana banjir di Kalteng hanya terjadi dalam kurun waktu dua hingga lima tahun sekali, dan itupun hanya terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

”Contohnya saja wilayah-wilayah yang jarang atau bahkan tidak pernah banjir seperti wilayah hulu, karena kondisi lingkungan membuat menjadi langganan banjir tiap tahun,” ucapnya.

Hal inilah yang harusnya dicermati pemerintah melalui kebijakannya, terutama dalam hal penanganan masalah lingkungan. Jangan sampai malah melakukan hal yang sebaliknya, yakni menambah beban baru dengan melakukan peralihan fungsi hutan menjadi sektor perizinan dan aktivitas lain yang berkaitan dengan pembukaan lahan.

Pemerintah harus mencari akar masalah dari bencana banjir yang kerap terjadi di Kalteng. Kalau memang kondisi saat ini disebabkan oleh masalah peralihan fungsi hutan, maka pemerintah harus lebih cermat lagi mengatiasi permasalahan di sektor tersebut.

”Jadi pemerintah tidak hanya menyalahkan curah hujan tinggi, karena hal tersebut bukan solusinya. Kalau selalu menyalahkan hujan tanpa memerhatikan masalah lingkungan, ya sama saja pemerintah lepas tanggung jawab,” ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *