Ikan-Ikan Ini Bisa Picu Inflasi di Kalteng

Pendaratan ikan Kembung di dermaga PPM Sampit
, ketika dini hari. (dok.radarsampit)

PALANGKA RAYA, Radar Sampit.com-Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Riza Rahmadi  menyatakan, ada tiga jenis ikan yang dipantau pihaknya lantaran berpotensi picu inflasi. Jenis ikan tersebut adalah ikan kembung, tongkol dan bandeng.

“Pemantauan secara rutin dilakukan sebagai upaya pengendalian sekaligus pemetaan dalam menjaga ketahanan pangan daerah, terutama di dua kota yang merupakan sampel inflasi seperti Palangka Raya dan Sampit,” ujar Riza, Jumat (6/1).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Dinas Ketahanan Pangan akan secara rutin melaksanakan pemantauan terhadap jenis pangan pokok tertentu pada tahun 2023. Pemantauan terhadap jenis pangan pokok tertentu pada 2023 akan mengalami perluasan atau penambahan komoditas.

Riza juga mengungkapkan, sebelumnya pemantauan dilakukan terhadap 11 komoditas yang ditetapkan sebagai cadangan pangan Pemerintah. Namun karena mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah yang baru diterbitkan, maka item yang dipantau bertambah. “Jadi pemantauan yang tim kami laksanakan saat ini juga menyasar terhadap tiga jenis ikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Dampak Kenaikan Harga BBM dan Elpiji bagi Kotim

Dijelaskannya, berdasarkan pemantauan perkembangan harga rata-rata pangan pada 6 Januari 2023 yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng di dua kota sampel inflasi, untuk ikan kembung sekitar 39 ribu rupiah per kilogram, ikan tongkol sekitar 38 ribu rupiah per kilogram, serta ikan bandeng 31 ribu rupiah per kilogram.

Sementara itu, untuk harga pangan lainnya masih stabil, kecuali di Kota Sampit yakni telur ayam ras mengalami kenaikan dari 32 ribu rupiah per kilogram menjadi 33,5 ribu rupiah per kilogram. (ewa/gus)

 

Pos terkait