Ini yang Diperlukan untuk Antisipasi Karhutla

karhutla
KEBAKARAN GAMBUT: Personel gabungan dari Manggala Agni dan BPBD Palangka Raya, Kalimantan Tengah melakukan pembasahan di kawasan gambut yang terbakar, beberapa waktu lalu. (IST/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA Selama sepekan terakhir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya menebitkan peringatan peningkatan suhu udara dan penurunan kelembaban udara di Pulau Kalimantan. Peringatan BMKG ini merupakan indikasi potensi terjadinya bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dapat melakukan audit pengendalian Karhutla  terhadap korporasi. Langkah itu sebagai pengawasan atas peran korporasi dalam menjalankan fungsi sesuai aturan yang berlaku akan terlihat. Misalnya melihat sarana dan prasarana pendukung penanganan kebakaran di lahan gambut.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Guru Besar IPB University, Bambang Hero Saharjo saat Dialog Bernas Pengelolaan Lahan Gambut Wilayah Kalimantan melalui zoom meeting, Rabu (11/8) kemarin. ”Saya menekankan antisipasi Kebakaran Gambut di Kalimantan perlu libatkan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Bambang.

Baca Juga :  Gagal Total Cegah Bencana Karhutla di Kalteng

Kata dia, pihak terkait juga harus berkolaborasi dalam pemanfaatan pengecekan data menggunakan data satelit. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi sebaran titik api dan kondisi lahan, juga memberikan arahan kegiatan pencegahan Karhutla yang perlu diambil.  Salah satunya bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

”Jangan dikejar untuk bertanggung jawab penanganan Karhutla, ini tanggung jawab bersama, melibatkan masyarakat. Jadikan masyarakat mitra, bagian dari keluarga. Sebab, yang kadang terjadi masyarakat langsung dijadikan tumbal, biang kerok, dan sebagainya. Akibatnya tidak tercipta hubungan yang baik,” ujarnya dalam dialog.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kalimantan Tengah, Merti Ilona menyebut, kerja BRGM dalam merestorasi kerusakan gambut akibat alih fungsi lahan dan kebakaran. Menjadi sakti bahwa kebakaran gambut mengakibatkan bencana kabut asap luar biasa.

Merti berharap intervensi pengembangan ekonomi bagi warga yang tinggal di sekitar Infrastruktur Pembasahan Gambut (IPG) dapat diteruskan untuk mengawal IPG. “Semoga di tengah pandemi jangan sampai duet maut Covid-19 dan kebakaran gambut terjadi,” kata Merti.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *