Ini yang Disampaikan Gus Miftah saat di Palangkaraya

Gus Miftah,Wali Kota Palangkaraya,tausiah,wakil gubernur kalteng
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyapa Gus Miftah saat hadir tausiah di Jalan Gurame II A Palangka Raya, Senin (9/1) malam.(istimewa)

RadarSampit.com-Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menghadiri Tabligh Akbar KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah, dalam rangka Anniversary DTT–SMDE POLRI ke-22 bersama Community DTT Cokro Tunggal, yang mengusung tema “Meningkatkan Rasa Nasionalisme dan Memupuk Kebersamaan dalam Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara, Senin (9/1) malam.

Acara di Jalan Gurame II A Palangka Raya itu juga dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah, serta unsur Forkopimda.

Bacaan Lainnya

Gus Miftah dalam tausiahnya menyampaikan, bahwa manusia sering menghabiskan waktunya hanya untuk uang, dan manusia kehabisan waktu karena waktunya digunakan untuk uang.”Ada perbedaan penting antara waktu dan uang, dimana kita selalu tahu berapa sisa uang yang kita miliki tetapi kita tidak pernah tahu berapa sisa waktu yang kita miliki,” katanya.

Ia juga menyebut, manusia akan sedih jika kehilangan uang tetapi manusia tidak pernah sedih jika kehilangan waktu. Dipaparkannya, manusia rela mengorbankan kesehatannya hanya demi uang, lalu ia memikirkan masa depannya sampai tidak menikmati masa kini, hingga akhirnya dia tidak hidup di masa depan dan masa kini, dia hidup seakan-akan tidak pernah mati.

Baca Juga :  RESMI!!! Palangka Raya Luncurkan Layanan Kedaruratan

Sementara itu, Wali Kota Fairid Naparin berharap kegiatan tabligh akbar ini mampu menjadi wadah positif bagi masyarakat Kalteng khususnya Kota Palangka Raya dalam peningkatan persatuan menuju kebaikan, guna menciptakan tatanan masyarakat yang harmonis, toleran, beradab, dan penuh kedamaian di Provinsi Kalteng.

“Mari bersama kita tunjukkan bahwa Kalimantan Tengah dibangun dan berpondasikan atas dasar kekeluargaan dan kebersamaan serta keberagaman dalam semangat Falsafah Huma Betang. Terus kita lakukan kebaikan,” katanya.

Ia juga mengajak jamaah yang hadir untuk menjaga kerukunan dan kedamaian yang sudah terbina, serta selalu waspada terhadap berbagai ancaman dan kerawanan sosial, yang dapat mengganggu indahnya kebersamaan.

“Semoga doa dari Kalimantan Tengah melalui Tabligh Akbar ini dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan jejaring hablum minannas, saling menghargai, dan senantiasa tolong menolong dalam kebaikan dan kebajikan,” pungkas Fairid Naparin.(daq/gus).

Pos terkait