Jejak Penanganan Bencana Karhutla di Kotim 

Beberapa Kali Terpaksa Perpanjang Status, Habiskan Ratusan Juta Rupiah

rapat karhutla
MENERIMA BANTUAN:  Sekda Kalteng Nuryakin menyerahkan secara simbolis bantuan terkait penanganan karhutla di Aula Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Senin (16/10/2023). (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

Untuk ketiga kalinya status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali diperpanjang selama tujuh hari di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Terhitung mulai 17-23 Oktober 2023.

HENY, Sampit |radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati mengungkap dengan jelas upaya Pemkab Kotim menangani karhutla tahun ini. Hal itu disampaikannya dalam rapat evaluasi status tanggap darurat di Aula Lantai II Kantor Gubernur Kalteng Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Senin (16/10/2023).

Irawati mengatakan, operasi penanganan karhutla dimulai dengan menetapkan status siaga darurat karhutla I per 24 Mei-22 Juli 2023. Kemudian siaga darurat II diperpanjang per 23 Juli-11 September 2023.

Kejadian kebakaran lahan yang kian intens, membuat Pemkab Kotim mulai meningkatkan status tanggap darurat karhutla pada 12-25 September 2023. Status itu diperpanjang pada 26 September-2 Oktober 2023. Diperpanjang lagi 14 hari pada 3-16 Oktober 2023. Amuk karhutla yang masih terjadi, membuat perpanjangan kembali dilakukan selama tujuh hari pada 17-23 Oktober 2023.

Pemkab Kotim telah menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT) yang ditetapkan sebesar Rp Rp 711.465.000. Sedangkan, selama status siaga darurat karhutla diberlakukan sebelumnya, operasional menggunakan dana bagi hasil dana reboisasi (DBH-DR) sebesar Rp 509.765.210.

Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi hotspot dari Januari-15 Oktober 2023 tercatat 8.344 titik panas yang terpantau di 17 kecamatan se-Kotim. Peningkatan signifikan terjadi selama tiga bulan, yaitu Agustus 2023 sebanyak 1.451 titik panas, September 2023 sebanyak 3.858 titik, 1-15 Oktober 2023 sebanyak 2.674 titik panas.

”Dilihat dari tabel, jumlah hotspot terbanyak di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan sebanyak 1.933 titik, Teluk Sampit 1.640 titik, Mentawa Baru Ketapang 753 titik, Baamang 687 titik, Pulau Hanaut 612 titik, dan Kotabesi 560 titik,” kata Irawati.

Sementara itu, total kejadian per 1 Januari-15 Oktober 2023 tercatat sebanyak 280 kejadian. Hanya 297 kejadian lokasi yang ditangani, sisanya tak dapat tertangani karena akses jauh dari jangkauan tim pemadam darat.

Dari banyaknya kejadian kebakaran lahan, lanjutnya, BPBD Kotim mencatat 837.989 hektare lahan yang terbakar. Paling luas di wilayah selatan 507.032 ha dan wilayah tengah 330.957 ha lahan yang terbakar.

”Selama kejadian kebakaran lahan dan status tanggap darurat diaktifkan, operasional penanganan kebakaran lahan menggunakan dana BTT 2023 sebesar Rp 711.465.000. Untuk waktu 14 hari sampai dengan 25 September realisasi kurang lebih 72 persen sebesar Rp 261.170.000,” katanya.

”Dalam perpanjangan status tanggap  pertama sampai dengan 2 Oktober 2023 masih dalam proses pengajuan dan verifikasi sebesar Rp 132.160.000 dan pada masa perpanjangan kedua sampai 14 hari sampai dengan 16 Oktober 2023 juga masih dalam proses pengajuan sebesar Rp 318.145.000,” tambahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim Agus Mulyadi mengatakan, setelah tiga kali status tanggap darurat karhutla diperpanjang, BPBD Kalteng memberikan bantuan berupa dua unit mesin pompa air yang diserahkan Sekda Kalteng Nuryakin secara simbolis pada Wabup Kotim Irawati.

”Ada juga bantuan sepuluh buah selang berukuran panjang masing-masing 30 meter, dua buah selang isap yang kami sudah kami terima, dan bantuan 10 buah nozzle akan dikirimkan melalui helikopter water bombing,” kata Agus Mulyadi yang ikut menghadiri rapat evaluasi tersebut.

Adapun kebakaran lahan per 16 Oktober 2023 yang diterima dan ditangani BPBD Kotim terjadi di lima lokasi, di antaranya Jalan Jenderal Sudirman km 22, Gang Banitan Jalan Tjilik Riwut km 10, Jalan Moh Hatta-jalur lingkar selatan depan kantor Kecamatan MB Ketapang, Jalan Moh Hatta  sekitar 300 meter dari Bundaran Balanga, dan Jalan Jenderal Sudirman km 18.

Pos terkait