Ketika Banjir Sering Menyapa Warga Baamang

Hidupkan Semangat Gotong Royong, Anak Sungai Harus Rutin Dibersihkan

gotong royong bersihkan sungai
GOTONG ROYONG: Pegawai teknis lapangan Dinas PUPRPRKP Kotim bersama warga setempat membersihkan Sei Haji Asan di Jalan Baamang I, Jumat (7/10). (HENY/RADAR SAMPIT)

Genangan banjir yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir mulai menyadarkan masyarakat Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, yang tinggal di pinggiran Sungai Mentaya. Semangat gotong royong dinyalakan agar bencana tak lagi menyapa.

HENY-radarsampit.com, Sampit

Bacaan Lainnya

Lurah Baamang Tengah Hadi Budiman tak bosan-bosan menggerakkan masyarakatnya untuk bersemangat gotong royong setiap Jumat pagi membersihkan lingkungan. Termasuk saluran air yang tersumbat rerumputan dan saluran yang mengalami pendangkalan.

Pantauan Radar Sampit, Jumat (7/10), ada tiga rukun tetangga (RT) yang dilibatkan di Jalan Baamang I, Kelurahan Baamang Tengah, yaitu RT 9, 10, dan 11. Ada pula 12 pegawai teknis lapangan dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kotim yang diturunkan membersihkan saluran anak sungai yang dipenuhi rumput. Mereka menceburkan diri membersihkan rumput yang menghambat aliran.

Baca Juga :  Pecatur Junior Kotim Bersinar di Tingkat Provinsi, Perlu Pembinaan Lebih Serius

”Rencananya ingin gotong royong di Sei Haji Asan. Tetapi, supaya lebih efektif, kami putuskan berbagi tugas. Warga membersihkan saluran di Sei Mashur dan petugas dari Dinas PU membersihkan saluran di Sei Haji Asan,” kata Hadi Budiman.

Sedikitnya ada 12 anak sungai di sepanjang Jalan Baamang 1 yang perlu dibersihkan secara rutin. Sungai itu di antaranya, Sei Pemuatan Inhutani, Sei Keramat, Sei Haji Amin, Sei Syuhada, Sei Garuda, Sei Mashur, Sei Haji Asan, Sei Talmas, Sei Baamang, Sei Lengo, Sei Labai, saluran drainase di Bandara Haji Asan, hingga Sei Karya Bersama.

Anak-anak sungai tersebut harus rutin dibersihkan. Jika dibiarkan, rumput akan semakin tinggi dan mengakibatkan penumpukan sedimen hingga pendangkalan saluran. Saluran air dari arah barat menuju muara Sungai Mentaya akan tersumbat dan mengakibatkan sejumlah titik jalan hingga gang sempit tergenang banjir, seperti yang terjadi setiap hujan deras mengguyur Kota Sampit.

Pos terkait