King Cobra Hitam Masuk Dapur Rumah Warga Palangka

king kobra
EVAKUASI : Hanya butuh 20 menit, tim gabungan Team Rescue Damkar dan Satpol PP Kota melakukan evakuasi ular jenis king cobra hitam di dapur rumah warga. (ISTIMEWA/RADAR PALANGKA)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Kejadian tak terduga dan sangat menakutkan dirasakan warga Jalan Adonis Samad, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Seekor ular berbisa jenis king cobra hitam berada di atas dapur rumah Yuni, Kamis (8/2/2024). Penghuni rumah pun heboh atas kedatangan satwa buas tak diundang ini.

Bacaan Lainnya

Hanya perlu 20 menit saja, tim gabungan Team Rescue Damkar dan Satpol PP Kota melakukan evakuasi ular dengan bisa mengerikan tersebut.

Diketahui, king kobra atau bahasa latinnya Ophiophagus Hannah. King cobra panjangnya bisa mencapai enam meter, memiliki racun yang sangat mematikan yang dapat membunuh sebagian besar korbannya.

Gigitan ular ini menghasilkan sejumlah besar neurotoksin yang memicu kelumpuhan. Racun ular ini sangat kuat dan sangat banyak sehingga bisa membunuh seekor gajah hanya dalam beberapa jam. Kematian akibat racunnya sebesar 50 hingga 60 persen pada kasus manusia yang tidak diobati.

Baca Juga :  Awas! Pelaku Pencurian Incar Rumah Kosong

Koordinator Call Center 112 dari Dinas Damkar dan Penyelamatan, Sucipto menyampaikan, pihaknya berhasil menangkap dan mengamankan ular king cobra hitam sepanjang 90 centimeter usai mendapatkan laporan dari masyarakat.

“Benar, Team Rescue Damkar dan Satpol PP Kota Palangkaraya menindak lanjuti laporan keberadaan ular king cobra hitam. Ukuran besar 0,5 inci  dan panjang 90 cm, warna hitam mengkilat dapat dievakuasi dalam waktu 20 menit dari rusuk tulangan kayu atap dapur,” ujar Sucipto.

Ia menyampaikan, laporan tersebut dari masyarakat bernama Yuni. Diketahui masuk rumah warga di bagian tulangan atap dapur dan sejak pagi hingga akhirnya dilaporkan.

“Jadi itu ularnya sangat berbahaya dan dari pagi, walaupun sudah dihalau oleh pelapor namun ular king Cobra selalu kembali. Setelah dievakuasi akan dilepaskan jauh dari pemukiman masyarakat,” ujarnya.

Sucipto menambahkan, penganan dilakukan dengan alat khusus dan menurunkan beberapa personel damkar, sehingga bisa dilakukan secara baik.

Ia menekankan, jika di masyarakat menemukan hal seupra sehara melaorkan dan jangan ditangani sendiri lantaran jika terjadi sesuai maka nyawa taruhannya, karena gigitan king cobra sangat beracun.



Pos terkait