Kisah Pilu di Panti Asuhan Annida Qolbu

Menampung Yatim Piatu, Balita, Disabilitas, Hingga Jompo

Panti Asuhan Annida Qolbu
SEMANGAT : Ketua Panti Asuhan Annida Qolbu bersama anak anak asuhnya.

Rohani mengaku sangat sedih. Meskipun beban dan tanggungjawabnya berkurang, namun dia tetap merasa sedih. Karena sebagian besar anak panti yang dirawatnya sejak usia balita, malah kabur tanpa pamit. Bahkan, tahun 2021 lalu ada 7 anak panti yang kabur.

“Mengasuh, merawat anak yatim piatu dan disabilitas itu tidak mudah. Perjuaangannya luar biasa, ada yang kabur, ada buang hajat dimana-mana, macam-macam problemnya. Semua itu saya lakukan untuk kemashlahatan umat,”. “Tapi, ketika ada anak panti yang kabur tanpa pamit, saya sangat sedih. Saya berharap mereka ketika dewasa dapat mengabdi di panti ini menjadi manusia yang bermanfaat. Silakan keluar dari panti tetapi dengan cara yang baik, keluar dari panti menjadi manusia yang bermanfaat, mandiri dan sukses,” tambahnya.

Selama belasan tahun, panti menjadi wadah bagi mereka untuk bernaung, beristirahat, ibadah, bermain dan melakukan aktivitas layaknya manusia normal. Panti Asuhan Annida Qolbu tak dapat merubah nasib mereka menjadi manusia normal, namun panti asuhan mampu memberikan harapan bagi mereka untuk terus melanjutkan hidup. Panti mampu mengobati masa lalunya yang kelam menjadi canda dan tawa. Panti mampu merubah pribadi mereka menjadi lebih berakhlak dan be rmanfaat bagi se sama. (bersambung)

Baca Juga :  Bersama Optimalisasikan Pembangunan, DWP Kotim Gelar Puncak Peringatan HUT ke-22

 

Pos terkait