Kisah Pilu di Panti Asuhan Annida Qolbu

Menampung Yatim Piatu, Balita, Disabilitas, Hingga Jompo

Panti Asuhan Annida Qolbu
SEMANGAT : Ketua Panti Asuhan Annida Qolbu bersama anak anak asuhnya.

Aisyah memiliki kelainan yang unik, dia tidak bisa melihat Matahari langsung, pendengarannya agak kurang dan selalu tidak nyambung ketika diajak berbicara. Ketika ada yang menyuruhnya mengambil sendok, yang diambil garpu. Ketika diminta mengambil piring, yang diambil gelas. Cara kerja otaknya dalam merespons lawan bicara selalu berlawanan. Namun, perempuan berkerudung ini nampak sopan ketika berbaur dengan orang lain.

Selain itu, adapula perempuan disabilitas yang bernama Ipung. Perempuan berkurudung dengan senyumnya yang manis ini memiliki kelainan penyakit gampang kencing dan mengalami kelainan menyukai lawan jenis dengan cara yang berlebihan.

Sebelum menjadi anak yatim,ibunya pernah menjadi pribadi yang ‘nakal’ dan memiliki ayah yang tidak peduli keluarga serta kerap bermain perempuan.

Ipung merupakan warga asal Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yang dirawat di Yayasan Annida Qolbu ketika usianya masih 5 tahun. Saat ini usianya sudah 18 tahun.

Sebelum Ningsih dibawa keluarganya ke yayasan, Ningsih pernah ikut orang yang mau mengasuhnya. Namun, pengasuhnya memiliki perangai yang buruk, panjang tangan (mencuri) dan kerap memperlakukan Ningsih dengan cara yang kasar.

Baca Juga :  Beras Bervitamin Cegah Stunting 

Selain Tina, Aisyah dan Ipung. Ada lagi perempuan disabilitas yang sudah 15 tahun tinggal di Panti Asuhan Annida Qolbu. Yana namanya. Usianya sekarang 20 tahun. Yana berasal dari Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotim. Tak memiliki keluarga yang peduli dengannya.

Yana memiliki masa lalu kelam dimana kedua orang tuanya berpisah alias bercerai. Ayahnya menikah lagi, kehidupannya Yana kecil menjadi berantakan tak terurus. Dia memiliki paman, namun sering ‘mengganggu’. Hingga akhirnya seseorang mengantarkan Yana yang saat itu masih berusia lima tahun ke Panti Asuhan Annida Qolbu.

Pos terkait