Korban Berjatuhan di Simpang Tjilik Riwut-Hasan Mansur

perempatan jalan tjilik riwut wengga metrpolitan hasan mansur
PERLU TRAFFIC LIGHT: Perempatan Jalan Tjilik Riwut – Wengga Metrpolitan – Hasan Mansur jalur padat kendaraan yang perlu dipasang traffic light, Sabtu (3/9). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Masyarakat Kecamatan Baamag mengusulkan Pemkab Kotim memasang traffic light di persimpangan Jalan Tjilik Riwut-Jalan Wengga Metropolitan-Jalan Mansur.

Usulan itu disampaikan Koordinator Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Baamang Barat Alfian Malik dalam acara silaturahmi bersama masyarakat Kecamatan Baamang yang diundang oleh Bupati Kotim Halikinnor di aula Rujab Bupati Kotim.

Bacaan Lainnya

Selama ini pihaknya sudah mengusulkan dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) agar Pemkab Kotim menambah traffic light di simpang Jalan Tjilik Riwut-Jalan Wengga Metropolitan – Hasan Mansur. Namun, usulan itu hingga kini belum ditanggapi.

“Saya usulkan traffic light di belakang kantor Rujab Bupati ini lebih baik dipindahkan saja di Jalan Tjilik Riwut. Karena, Jalan S Parman belakang rumah bupati ini lalu lintas tidak seramai di Jalan Tjilik Riwut. Usulan itu sudah sering saya sampaikan dalam musrenbang, katanya mindahin alat itu membutuhkan anggaran yang cukup besar,” kata Alfian Malik, Jumat (2/9) malam.

Baca Juga :  Perambahan Hutan di Katingan, Dirut Perusahaan Jadi Tersangka 

Keberadaan traffic light di Jalan Tjilik Riwut terutama di perempatan Jalan Wengga Metropolitan – Hasan Mansur sangat penting, jika hal itu tidak ditindaklanjuti Pemkab Kotim dengan serius maka  banyak masyarakat yang menjadi korban kecelakaan.

“Selama ini hanya ada satu relawan yang membantu mengatur arah lalu lintas agar tertib. Di titik itu sangat perlu dipasang karena jalur padat kendaraan dan rawan kecelakaan. Sudah ada delapan korban meninggal dunia dan saya pernah bantu antar salah satu korban ke rumah sakit, nyawanya tidak dapat tertolong,” ujarnya.

Pos terkait