Korban Keracunan Massal Sembuh Total, BB POM Sampaikan Hasil Tes ke Polres Kotim

jenguk korban keracunan massal
JENGUK: Bupati Kotim Halikinnor meninjau kondisi korban keracunan kue ipau yang dirawat RSUD dr Murjani Sampit, Sabtu (1/4/2023) lalu. (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Sebanyak 84 korban keracunan makanan yang disebabkan mengonsumsi kue ipau telah sembuh total. Di sisi lain, hasil uji laboratorium yang dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Palangka Raya terhadap bahan baku kue tersebut, membuktikan ada kandungan bakteri berbahaya.

”Semua korban keracunan kue ipau sembuh sekitar minggu lalu. Sebelumnya ada 25 orang yang menjalani perawatan di RSUD dr Murjani Sampit dan 21 orang dirawat di Puskesmas, sisanya dirawat mandiri di rumah,” kata Umar Kaderi, Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Rabu (12/4).

Bacaan Lainnya
Pasang Iklan

Keracunan massal kue ipau terjadi beruntun pada 28-31 Maret 2023. Satu per satu korban mulai merasakan keluhan sakit perut, diare, mual, muntah, dan pusing. Sebagian memilih berobat secara mandiri dan sebagian harus dilarikan ke IGD RSUD dr Murjani Sampit.

”Korban keracunan terus bertambah dari 35 menjadi 55 dan terakhir 84 orang. Terdiri dari 33 laki-laki dan 51 perempuan. Korban mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi kue ipau yang dibeli di tempat yang sama. Ada satu korban berusia 60 tahun meninggal dunia,” katanya.

Baca Juga :  Wakil Rakyat Kotim Kompak Suarakan Anggaran Perbaikan Jalan di Ruas Ini

Semua korban yang melakukan perawatan dan pengobatan di RSUD dr Murjani Sampit maupun puskesmas ditanggung penuh pemerintah melalui BPJS Kesehatan. ”Semua pasien sudah mempunyai kartu BPJS Kesehatan, baik yang mandiri maupun peserta BPJS Kesehatan dari PBI APBD,” ujarnya.

Lebih lanjut Umar mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, Dinkes Kotim memastikan penyebab keracunan makanan puluhan warga Kotim setelah mengonsumsi Kue Ipau.

”Dari 84 orang yang kami konfirmasi, semua mengaku mengonsumsi kue ipau yang dibeli di warung makan yang sama. Ada yang dibeli secara online, ada yang beli langsung dan ada yang menitip dengan keluarganya,” katanya.

Hasil sampel pemeriksaan yang dilakukan di Labkesda Kotim menyatakan kue tersebut positif mengandung bakteri E coli dan Salmonella. Escherichia coli (E coli) merupakan bakteri yang hidup di dalam usus manusia untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Bakteri ini pada umumnya tidak menimbulkan bahaya, tetapi ada jenis E coli yang dapat menghasilkan racun dan menyebabkan diare parah, mual, dan muntah apabila mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi.



Pos terkait