SAMPIT, radarsampit.com – Sebanyak 84 korban keracunan makanan yang disebabkan mengonsumsi kue ipau telah sembuh total. Di sisi lain, hasil uji laboratorium yang dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Palangka Raya terhadap bahan baku kue tersebut, membuktikan ada kandungan bakteri berbahaya.
”Semua korban keracunan kue ipau sembuh sekitar minggu lalu. Sebelumnya ada 25 orang yang menjalani perawatan di RSUD dr Murjani Sampit dan 21 orang dirawat di Puskesmas, sisanya dirawat mandiri di rumah,” kata Umar Kaderi, Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Rabu (12/4).
Keracunan massal kue ipau terjadi beruntun pada 28-31 Maret 2023. Satu per satu korban mulai merasakan keluhan sakit perut, diare, mual, muntah, dan pusing. Sebagian memilih berobat secara mandiri dan sebagian harus dilarikan ke IGD RSUD dr Murjani Sampit.
”Korban keracunan terus bertambah dari 35 menjadi 55 dan terakhir 84 orang. Terdiri dari 33 laki-laki dan 51 perempuan. Korban mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi kue ipau yang dibeli di tempat yang sama. Ada satu korban berusia 60 tahun meninggal dunia,” katanya.
Semua korban yang melakukan perawatan dan pengobatan di RSUD dr Murjani Sampit maupun puskesmas ditanggung penuh pemerintah melalui BPJS Kesehatan. ”Semua pasien sudah mempunyai kartu BPJS Kesehatan, baik yang mandiri maupun peserta BPJS Kesehatan dari PBI APBD,” ujarnya.
Lebih lanjut Umar mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, Dinkes Kotim memastikan penyebab keracunan makanan puluhan warga Kotim setelah mengonsumsi Kue Ipau.
”Dari 84 orang yang kami konfirmasi, semua mengaku mengonsumsi kue ipau yang dibeli di warung makan yang sama. Ada yang dibeli secara online, ada yang beli langsung dan ada yang menitip dengan keluarganya,” katanya.
Hasil sampel pemeriksaan yang dilakukan di Labkesda Kotim menyatakan kue tersebut positif mengandung bakteri E coli dan Salmonella. Escherichia coli (E coli) merupakan bakteri yang hidup di dalam usus manusia untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Bakteri ini pada umumnya tidak menimbulkan bahaya, tetapi ada jenis E coli yang dapat menghasilkan racun dan menyebabkan diare parah, mual, dan muntah apabila mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi.
Kemudian, Salmonella merupakan bakteri yang dapat menyerang manusia melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi tinja atau feses. Beberapa jenis makanan yang paling umum mengandung bakteri Salmonella dapat ditemukan pada daging sapi, ayam potong, dan makanan laut yang dikonsumsi masih mentah atau setengah matang.
Sementara itu, Kepala BB POM Palangka Raya Safriansyah mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium, bahan baku yang digunakan untuk membuat kue ipau mengandung bakteri E Coli dan Salmonella. Uji pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap potongan wortel, kentang, dan daging cincang, sedangkan air untuk memasak dinyatakan negatif E Coli dan Salmonella.
”Kami melakukan uji sampel bahan baku mentah sebagai pelengkap saja. Untuk mengetahui dari mana bakteri yang mencemari kue ipau tersebut,” kata Safriansyah.
Setelah dinyatakan positif mengandung bakteri jahat, BB POM Palangka Raya langsung melaporkan hasil pemeriksaan tersebut ke Dinkes Kotim dan Polres Kotim. ”Kami sudah laporkan ke Dinkes Kotim dan melaporkan hasil pemeriksaan kepada Polres Kotim untuk tindak lanjut penanganan kasusnya,” katanya.
Polres Kotim sebelumnya telah menaikkan perkara keracunan massal tersebut ke tahap penyidikan. ”Kami sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk yang membuat kue tersebut,” kata Kapolres Kotim AKBP Sarpani, beberapa waktu lalu.







