Terkait nilai investasi dan potensi pendapatan daerah dari adanya industri pengelolaan sampah, dirinya mengaku masih belum memperhitungkan. “Nilai investasi masih belum tahu, setelah studi kelayakan baru bisa diketahui biaya pengelolaan sampahnya berapa dan apa saja produk yang bisa dihasilkan. Pemasaran produknya nanti kami juga siap bantu, tentunya tetap melibatkan dari kedua belah pihak,” tandasnya. (hgn/yit)
Kotim Bakal Bangun Pabrik Industri Limbah Medis








