Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut Kepala Kemenag

Enam Nyawa Melayang Sekaligus

Proses evakuasi mobil yang ditumpangi H Masrawan dan keluarga
LAKA MAUT: Proses evakuasi mobil yang ditumpangi H Masrawan dan keluarga dalam kecelakaan maut di Pulang Pisau, Minggu (17/7).(istimewa)

Sekitar pukul 13.30 WIB, iring-iringan mobil ambulans yang mengangkut enam korban kecelakaan tiba di rumah duka milik Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Timur itu yang berlokasi di Jalan Nurul Iman Komplek Pasar Kelurahan Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau.

Pelayat silih berganti memadati rumah duka, mulai dari masyarakat sekitar, pejabat Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kapuas, dan ASN di lingkungan Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah. Mereka hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Waka Polres Pulang Pisau Kompol Nandi Indra Nugraha juga turut menyambut rombongan jenazah di rumah duka.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah, kabar duka ini juga mengejutkan keluarga besar Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur, tempat Masrawan bertugas hingga akhir hayatnya. Bahkan ASN Kamenag Provinsi Kalimantan Timur sedang dalam perjalanan menuju rumah duka.

Baca Juga :  UPTP BLK Bakal Dibangun di Kotim, Begini Efeknya untuk Sampit

Dari informasi yang dihimpun Radar Sampit, H Masrawan beserta istri, anak, dan ibu mertuanya dimakamkan di Pasar Kamis, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, pada Senin (18/7). Sedangkan menantu dan cucunya dimakamkan di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Senin (18/7).

”Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, mengucapkan belasungkawa yang sangat mendalam atas peristiwa kecelakaan tersebut,” kata Wakil Bupati Kapuas Nafiah Ibnor menyempatkan diri hadir di rumah duka di Pulang Pisau.

Sementara itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah langsung menerbitkan siaran pers tentang berita duka meninggalnya H Masrawan beserta keluarga. Dalam surat yang ditandatangani Muhammad Isnaini itu, meminta semua pihak untuk melaksanakan salat gaib dan doa bersama di tempat masing-masing agar amal ibadah dan almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala dosanya. (der/yit)

Pos terkait