Mahalnya Harga Tiket di Sampit Harusnya Bisa Diatasi

bandara haji asan sampit
MASIH AMAN: jalur udara melalui bandara Haji Asan Sampit berlum terdampak kabuta sap Karhutla. (dok Radar Sampit)

SAMPIT, RadarSampit.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) diyakini mampu menyelesaikan masalah mahalnya harga tiket penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit. Persoalan tersebut sudah lama dikeluhkan warga, pengusaha, sampai pejabat pemerintahan. Jika terus dibiarkan, bisa memengaruhi perkembangan daerah.

”Harus ada solusi. Tidak bisa dibiarkan seperti ini. Pemerintah harus melakukan aksi nyata. Apalagi sekarang sudah ada penyegaran di Dinas Perhubungan Kotim, maka saatnya langsung memberikan kerja nyata dan konkret,” kata Ketua Komisi IV DPRD Muhammad Kurniawan Anwar, Jumat (3/2).

Bacaan Lainnya

Kurniawan menuturkan, keluhan mencekiknya harga tiket kian nyaring disuarakan warga pengguna transportasi udara. Pemkab diharapkan merespons hal itu dengan aksi nyata. ”Jangan hanya retorika saja. Masyarakat butuh bukti nyata,” tegasnya.

Kurniawan mengungkapkan, pihaknya pernah menghadap Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Kemenhub menyatakan siap membantu peningkatan sarana dan prasarana Bandara Haji Asan Sampit. Namun, janji itu dinilai belum dikawal serius Pemkab Kotim untuk memaksimalkan sarana dan prasarana bandara.

Baca Juga :  MIRIS!!! Ancaman Pembabatan Hutan Kian Serius, Warga Tumbang Ramei Dibuang Bingung

”Pemkab Kotim perlu memfasilitasi ketersedian lahan untuk dapat ditindaklanjuti Kementerian Perhubungan,” ujar Kurniawan.

Kurniawan meyakini Pemkab Kotim mampu mengatasi persoalan tersebut, asalkan SOPD terkait punya semangat dan keinginan yang sama untuk menyelesaikannya.

”Kami optimistis dengan kepemimpinan Bupati Kotim saat ini, permasalahan ini bukan kendala yang sulit. Apalagi sekarang sudah ada penyegaran di Dinas Perhubungan Kotim. Saatnya langsung memberikan kerja nyata,” tegasnya.

Dia menambahkan, melalui peningkatan fasilitas Bandara Haji Asan Sampit, maskapai besar akan melayani penerbangan. Ujungnya masyarakat akan menikmati pelayanan dengan kompetisi harga yang lebih terjangkau.

Menurut Kurniawan, selain mahalnya harga tiket dibandingkan bandara lain di Kalteng, masyarakat juga mengeluhkan jumlah penerbangan yang sangat terbatas. Bahkan tidak jarang jadwal dibatalkan, sehingga calon penumpang tidak ada pilihan.



Pos terkait