MANTAPNYA!!! Kotim Jadi Percontohan Nasional soal Ini

DLH Kotim bersama tim dari KLHK
PERTEMUAN: DLH Kotim bersama tim dari KLHK melaksanakan FGD dalam rangka penyusunan dokumen RIP keanekaragaman hayati di Dynasty Room, ABHS, Selasa (21/6). (HENY/RADAR SAMPIT)

Rencananya, dalam seminggu ke depan ada tiga tim yang terdiri dari sembilan anggota akan membantu melakukan analisa ke 17 kecamatan se-Kotim. Tahapan analisa diberikan waktu selama 1,5 bulan.

”Kami bersama DLH Kotim mengecek ke lokasi di Desa Rawa Sari. Setelah itu, selama seminggu ke depan tim menyebar ke seluruh kecamatan. Untuk mempercepat dalam proses analisa, kami sudah melakukan desk study mana saja lokasi yang dituju. Dengan strategi yang sudah kami susun. Insya Allah selama empat bulan itu kegiatan akan terkejar,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Melalui penyusunan dokumen RIP, pihaknya dapat memperoleh tujuan utama, yakni mengetahui potensi keanekaragaman hayati di Kotim. Dengan demikian, apabila dari pihak lain memerlukan data, dapat dibagikan karena sudah masuk dalam website resmi KLHK.

Adapun dasar pelaksanaan penggunaan DBH DR mengacu PMK 216 Tahun 2021, mana disebutkan bahwa dana reboisasi di kabupaten/kota dapat digunakan untuk melaksanakan sembilan program, salah satu kegiatannya yakni penyusunan dokumen RIP.

Baca Juga :  Jadi Buron, Pelaku Investasi Bodong Ratusan Juta Berjualan Kue di Pasar

”Setelah FGD ini, dilanjutkan penyusunan RIP sesuai profil keanekaragaman hayati, analisa, setelah itu akan ada FGD kedua pada Agustus untuk menyepakati hasil kegiatan. Ditargetkan awal September kegiatan tersebut menghasilkan data yang dapat memberikan informasi yang kemudian setelah disetujui akan kami serahkan ke pusat. Program penyusunan RIP ini prosesnya hanya dilakukan selama empat bulan dan berlaku selama lima tahun. Setelah itu,  ada evaluasi lagi, karena keanekaragaman hayati sifatnya dinamis. Bisa saja tahun-tahun berikutnya spesies yang sudah tercatat dalam data base sudah hilang atau punah,” tandasnya. (hgn/ign)

Pos terkait